Berita

Pemimpin Korea Utara meresmikan pembangunan 10.000 rumah untuk warga pada awal tahun 2023/Net

Dunia

Tidak Seperti Tapera, Kim Jong Un Bangun 50.000 Rumah Gratis untuk Warga Korut

MINGGU, 02 JUNI 2024 | 20:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Secara bertahap, Korea Utara membangun 50.000 rumah gratis untuk warganya yang tinggal di ibu kota Pyongyang.

Mengutip laporan Kantor Berita Resmi KCNA pada Minggu (2/6), proyek pembangunan rumah itu dibangun atas inisiasi Partai Pekerja Korea yang dipimpin oleh Kim Jong Un.

Dikatakan bahwa rumah berupa hunian vertikal atau apartemen itu akan diberikan secara gratis kepada warga, tidak seperti program Tapera yang mengharuskan sokongan dana dari masyarakat.


Kim berharap bahwa rumah gratis itu dapat menaikkan taraf kehidupan masyarakat di tengah kondisi kesulitan ekonomi akibat sanksi PBB. Dia yakin proyek itu akan menjadikan Pyongyang sebagai kota yang “terkenal di dunia.”

"Proyek ini dapat semakin memperdalam kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan negara," kata dia.

Perdana Menteri Kabinet Korea Utara, Kim Tok Hun proyek tersebut akan disolek menjadi distrik modern, dengan fasilitas lengkap seperti sarana pendidikan, kesehatan masyarakat, dan pelayanan publik.

KCNA melaporkan, proyek puluhan ribu rumah gratis di Korea Utara akan dipusatkan di daerah Hwasong. Lokasinya berada di sebelah utara Pyongyang.

Dikatakan pada 2021 sebanyak 10.000 rumah, termasuk menara 80 lantai, telah dibangun di Jalan Songhwa yang terletak di sebelah tenggara Pyongyang.

Proyek tersebut kemudian dipindahkan ke Jalan Hwasong, kemudian pada 2022 pemerintah mengklaim sudah membangun 10.000 rumah lainnya.

Pemerintah setempat merencanakan, tahap ketiga proyek tersebut ditargetkan selesai pada April 2024. Meskipun demikian, citra satelit menunjukkan banyak rumah yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir masih kosong.

Lewat tayangan media pemerintah baru-baru ini, rumah gratis di Jalan Songhwa dan Hwasong terlihat belum ramai dengan lalu-lalang orang dibandingkan dengan wilayah lain di Pyongyang.

Kondisi ini menunjukkan, rumah-rumah tersebut kemungkinan belum terisi penuh meskipun media pemerintah mengklaim bahwa pihak berwenang telah menyediakan semuanya untuk masyarakat secara gratis.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya