Berita

Diskusi publik bertajuk "Desain Baru Geopolitik Dan Kekuatan Sumber Daya Indonesia Menghadapi Pertarungan Antar Negara Adikuasa", yang digelar di kawasan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Sabtu (1/6)/Ist

Politik

FAN Ingatkan Prabowo Soal Ancaman Global Berdampak ke Visi Indonesia Emas

SABTU, 01 JUNI 2024 | 19:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ancaman global bagi visi Indonesia Emas 2045 menjadi satu hal yang disoroti Forum Aktivis Nasional (FAN), dan menjadi masukan untuk ditelaah Presiden terpilih 2024 Prabowo Subianto.

Hal tersebut menjadi satu pokok bahasan yang disampaikan Ketua Umum FAN Bursah Zarnubi, dalam diskusi publik bertajuk "Desain Baru Geopolitik Dan Kekuatan Sumber Daya Indonesia Menghadapi Pertarungan Antar Negara Adikuasa", yang digelar di kawasan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Sabtu (1/6).

Bursah mengungkapkan, pada saat ini, setidaknya terdapat beberapa konflik dan perang yang berpotensi meningkat eskalasinya menjadi perang antar bangsa. Pertama, perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua, perang antara Israel dengan Palestina.


"Perang ini dikutuk dunia karena Israel melakukan  genosida terhadap rakyat palestina, ditambah konflik Iran-Israel. Selain itu juga terjadi meningkatnya  ketegangan di laut China Selatan, China dan Taiwan, Korea Utara dan Korea Selatan," ujar Bursah.

Dia memandang, situasi politik dunia saat ini akan turut mempengaruhi kondisi di dalam negeri, sehingga diperlukan persiapan baik dari pemerintahan Joko Widodo yang masih akan berjalan sampai Oktober tahun ini, maupun pemerintahan selanjutnya hasil pemilihan umum (Pemilu) 2024.

"Indonesia di era Jokowi dan era Presiden terpilih Prabowo memerlukan telaah dan antisipasi terhadap kemungkinan negara ini menjadi arena perebutan sumber daya alam yang melimpah, namun belum dikelola dengan baik dan berbasis pada kedaulatan nasional Indonesia," tutur Bursah.

"Kebijakan Indonesia sentris dengan hilirisasi, industrialisasi belum memadai untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan menjadi 10 besar kekuatan global di 100 tahun Indonesia pada 2045," sambungnya.

Sementara di kesempatan yang sama, Pengamat Militer dan Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie mengatakan, tren modernisasi pertahanan berpotensi memicu perlombaan senjata meningkatkan ketegangan di kawasan termasuk di Asia Pasifik, dimana ada pemain besar utama seperti China dan Amerika.

"Untuk mengantisipasi geopolitik ini, negara kawasan dapat secara aktif mencari kerja sama alternatif termasuk pengaturan minilateral," tuturnya.

"Indonesia harus segera merubah diri dari pendekatan reaktif pasif defence untuk fokus menuju pendekatan offensive defence yang lebih dinamis, untuk mendorong visi poros maritim dunia yang mampu menghadapi supremasi aukus yang akan muncul," imbuhnya.

Sementara hal senada disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. Dia menegaskan politik bebas aktif yang dianut Indonesia harus bergerak pada visi yang jelas untuk national interest, karena dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) belum ada national interest yang jelas.

"Negara lain di kawasan telah beralih pada hitech industri, sedangkan kita masih fokus pada pembangunan infrastruktur toll dan saat ini pembangunan IKN, harus di hindari betul jika ini berbasis proyek untuk habis budget akibat kekurangan imajinasi," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya