Berita

Ilustrasi Foto/Net

Nusantara

Diputus Kerja Sepihak, Karyawan Perusahaan Asuransi Bawa ke Ranah Hukum

RABU, 29 MEI 2024 | 22:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kesedihan dirasakan Wahyu Wibowo (43) karyawan PT Chubb General Insurance Indonesia (Chubb) yang bergerak di bidang asuransi berhenti bekerja karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan.

Wahyu telah bekerja selama 10 tahun lebih dengan jabatan terakhir sebagai Assistant Manager Communication di bawah kepemimpinan Ferdyana Lie yang menjabat Head Marketing Communication.

Menurut Wahyu, PHK sepihak ini dilakukan secara tiba-tiba tanpa sesuai prosedur yang ada. Dia pun menceritakan kronologis PHK sepihak tersebut.


"Saat saya sedang bekerja, saya tiba-tiba dipanggil masuk ke dalam ruangan oleh Ibu Devi Arryanto selaku Head Human Resources dan Ibu Ferdyana Lie selaku Head Communication, saya diputuskan hubungan kerja sepihak dengan alasan yang menurut saya kurang masuk akal," ucap Wahyu dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (29/5).

"Saat itu saya tidak bisa memberikan jawaban dan hanya diam, saya sangat kaget, dipikiran saya terbayang wajah anak-anak dan nasib keluarga kedepannya jika saya sudah tidak bekerja karena PHK sepihak ini," tambahnya.

Karena alasan PHK yang tidak jelas, Wahyu kemudian mengirimkan email mempertanyakan alasan PHK kepada Devi Arryanto namun tidak mendapatkan jawaban.

Sementara, surat PHK resmi ditandatangani oleh Direktur perusahaan, Adrianto Gunawan.

Secara terpisah, kuasa hukum Wahyu dari kantor hukum Tafrizal Hasan Gewang yang diwakili oleh Bayu Gewang mengatakan bahwa PHK ini tidak sesuai peraturan perusahaan dan perundang-undangan Tenaga Kerja yang berlaku di Indonesia.

"PHK sepihak yang dilakukan oleh Chubb kepada saudara Wahyu merupakan tindakan semena-mena dan tidak sesuai prosedur undang-undang Tenaga Kerja dan peraturan perusahaan,” terang Bayu.

“Isi surat PHK menyebutkan bahwa alasan PHK karena adanya restrukturisasi namun pada saat pertemuan Bipartit alasannya berubah menjadi alasan kinerja, jadi mana yang benar? Restrukturisasi atau kinerja atau malahan penggantian tenaga kerja terhadap saudara Wahyu," tegasnya menambahkan.

Pertemuan Bipartit antara Wahyu Wibowo dan Perwakilan Chubb telah dilakukan di kantor Chubb yang berlokasi di gedung IDX, Tower II, Jakarta Pusat dan mengalami jalan buntu.

Bayu menerangkan apabila alasan PHK karena kinerja, maka wajib dilakukan pembinaan karyawan dan tidak boleh sewenang-wenang.

"Saudara Wahyu telah bekerja selama 10 tahun dengan kinerja sangat baik, bahkan mendapatkan promosi jabatan Assistant Manager pada tahun 2023, ini membuktikan bahwa klien kami merupakan karyawan berprestasi,” jelas Bayu.

“Ketidakadilan terlihat saat proses penilaian kinerja karyawan tahunan, saat karyawan lain mendapatkan hasil nilai kinerja dari atasan, klien kami justru tidak pernah  diberikan hasil penilaian kinerja tahunan oleh Ibu Ferdyana Lie selaku atasan, malah langsung di PHK sepihak tanpa alasan jelas. Bagaimana mengatakan klien kami memiliki kinerja buruk sementara penilaian kinerja saja tidak ada?" bebernya.

Dia menambahkan bahwa perselisihan telah masuk tingkat Tripartit dengan mediasi Suku Dinas Tenaga Kerja (Sudinaker) Jakarta Selatan.

Sampai berita ini diturunkan, telah dilakukan dua kali pertemuan yang dimediasi oleh mediator dari Sudinaker. Pertemuan itu tanpa pernah dihadiri oleh pimpinan perusahaan Chubb dan hanya diwakili oleh kuasa hukum perusahaan.

"Dengan itikad baik, kami dan saudara Wahyu selalu menghadiri mediasi ini namun sangat disayangkan dari pihak pimpinan Chubb tidak pernah menghadiri undangan mediasi Sudinaker dan hanya diwakili oleh kuasa hukumnya," pungkasnya.

Pihak kuasa hukum mengatakan telah mempersiapkan semua bukti dan dokumen lengkap terkait perselisihan untuk persiapan di tingkat lanjut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya