Berita

Kominfo menyelenggarakan webinar Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu di Riau, Rabu 29 Mei 2024/Net

Nusantara

Patuhi Etika Berjejaring, Netizen Perlu Miliki Tiga Prinsip

RABU, 29 MEI 2024 | 17:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar pengguna media sosial. Data awal Januari 2024 menyebut jenis aplikasi media sosial yang banyak dipakai adalah WhatsApp, Instagram, kemudian disusul Facebook, TikTok, Telegram, dan Twitter/X.

Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Rokan Hilir Nur Sukma Dewi mengatakan, media sosial merupakan sebuah media online yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, forum dan dunia virtual.

"Blog, jejaring sosial, merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia,”  ujar Nur Sukma, saat berbicara dalam webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, di Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (29/5).


Menurutnya, ada tiga prinsip mengunggah konten di media sosial, seperti tidak merugikan diri sendiri, tidak merugikan sekolah atau instansi, dan tidak melanggar hukum.

"Contoh isi konten yang merugikan diri sendiri, berkeluh kesah tentang hidup, membuka aib diri sendiri (keluarga atau kerabat), mengunggah konten kekerasan, mengunggah berita atau informasi palsu (hoaks), membuat (isu) hasil penelitian yang belum jelas kebenarannya,” paparnya.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam berjejaring di media social misalnya memposting hal negatif yang akan mempengaruhi psikologis Anda menjadi manusia yang berpandangan negatif.

"Media sosial akan menjadi catatan sejarah, jejak digital bagi kita hingga anak cucu, bahkan menjadi pertimbangan calon pemberi kerja,” jelasnya.

Isi konten yang berpotensi melanggar hukum, menurut Dewi, di antaranya ujaran kebencian, pencemaran nama baik pribadi lain, pejabat negara, institusi lain, institusi negara.

"Lalu, mengunggah konten ideologi negara selain Pancasila, dan membagi konten berita bohong (hoaks),”  katanya.

Webinar yang mengusung tema "Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu" ini diikuti oleh beberapa, yaitu SMPN 1 Pujud, SMPN 8 Tanah Putih, SMPS Methodist Bangko, SMP Bintang Laut. Lalu, SMAN 1 Rantau Kopar, SMAN 1 Bagko Pusako, SMAN 1 Tanah Putih, SMAN 1 Simpang Kanan, SMAN 2, SMAN 5 Pujud, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5 Bagan Sinembah, SMAS Tunas Bangsa, SMAS Pembangunan, dan SMAS Bina Siswa.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Eko Pamuji yang juga menjadi narasumber webinar, mengingatkan para siswa peserta diskusi agar tidak asal posting di media sosial, tanpa mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya.

"Sebaiknya tidak mengunggah emosi, sakit hati, balas dendam, hinaan, pencemaran nama baik, dan ujaran kebencian di media sosial seperti Instagram, Facebook, karena dapat merugikan diri sendiri,” jelas Eko Pamuji.

Sekretaris Yayasan Pendidikan Cendekia Utama Meithiana Indrasari meminta para siswa untuk menjunjung tinggi etika dan berlaku sopan saat berada di dunia digital.

"Ingat, setiap aktivitas di internet akan meninggalkan rekam jejak digital yang sulit dihapus. Jejak itu bisa berupa komentar, postingan gambar, foto dan video, dan lainnya,” pungkasnya.

Webinar yang dipandu oleh Nabila Amanda Putri ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dilaksanakan sejak 2017. Program #literasidigitalkominfo tersebut tahun ini mulai bergulir pada Februari 2024, berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring.

Meningkatkan kecakapan warga masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 jiwa penduduk Indonesia.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya