Berita

Paus Fransiskus/Ist

Dunia

Paus Fransiskus Serukan Perdamaian di World Children’s Day di Roma

RABU, 29 MEI 2024 | 16:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Paus Fransiskus bersama dengan 50 ribu anak perwakilan dari seluruh dunia menyerukan perdamaian dalam acara World Children’s Day (WCD) yang digelar di Stadion Olimpic, Roma, Italia, pada Sabtu (25/5).

Dalam pesan itu, mereka juga mendesak masyarakat global untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi dunia anak-anak, serta tidak menghendaki perang dan konflik.

Sebab, perang dan konflik hanya menghadirkan penderitaan, sedangkan perdamaian dapat terjadi apabila setiap orang dapat saling memaafkan dan membantu.


Event terbesar dan perdana yang melibatkan anak-anak ini digagas oleh Paus Fransiskus di bawah pengawasan Vatican’s Dicastery for Culture and Education, serta dibantu oleh beberapa mitra utama, salah satunya 5P Global Movement asal Indonesia.

“Apakah kalian semua merasa sedih dengan perang?” tanya Paus Fransiskus.

“Ya," jawab serempak anak-anak.

Pada sesi dialog antara pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu dan beberapa anak yang mewakili masing-masing benua, seorang anak bertanya soal kemungkinan perdamaian itu terjadi.

“Apakah perdamaian itu mungkin bisa terjadi?” tanya Jeronimo dari Kolombia bertanya kepada Paus.

“Bagaimana anak-anak dapat menghadirkan dunia yang lebih baik?” tanya Lia Marise dari Burundi, Afrika.

Paus Fransiskus menjawab bahwa perdamaian bisa dicapai dengan saling memaafkan dan anak-anak bisa membantu menciptakan dunia yang lebih baik dengan menghentikan permusuhan dan saling membantu.

“Perdamaian dapat terjadi dengan saling memaafkan. Anak-anak dapat menciptakan perdamaian dan dunia yang lebih baik dengan berhenti bermusuhan dan saling membantu,” katanya.

Sementara itu, Dayuen Belvania Sihotang dari Indonesia juga bertanya, “Apa yang akan Bapa Paus pilih bila dapat melakukan sebuah mukjizat?”
 
“Saya ingin agar anak-anak di seluruh dunia mendapatkan haknya secara penuh untuk hidup, mendapatkan makan, bermain, pergi ke sekolah,” jawab Paus.

“Segala sesuatu tentang anak-anak adalah kehidupan, harapan, dan masa depan yang lebih baik,” tegas Paus Fransiskus yang bakal berkunjung ke Indonesia pada September mendatang.

Sehari sebelum WCD, 5P Global Movement juga menyelenggarakan simposium yang bertempat di Universitas LUMSA di Roma.

Simposium tersebut menjadi side event dari WCD, sekaligus momen peluncuran 5P Kids, yaitu inisiatif global dari 5P Global Movement yang bertujuan untuk menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang menjadi korban perang dan konflik geopolitik yang berkepanjangan di seluruh dunia.

Langkah nyata di bawah naungan 5P Kids adalah penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara 5P Global Movement dengan Unbroken, yang memiliki fasilitas rehabilitasi di Kota Lviv, Ukraina.

Kerjasama tersebut menandakan upaya kolaboratif untuk mendukung anak-anak di zona perang seperti Ukraina dan Palestina.

“Kemitraan ini bertujuan untuk membangun jaringan internasional yang didedikasikan untuk menyediakan sumber daya penting dan menumbuhkan harapan dan stabilitas bagi anak-anak yang terkena dampak perang,” tegas Chairperson 5P Global Movement,  William P. Sabandar.

Adapun 5P Global Movement merupakan inisiatif global yang bertujuan untuk mempromosikan perdamaian (Peace), kesejahteraan (Prosperity), kemanusiaan (People), bumi (Planet), dan kolaborasi (Partnership).

Saat ini, 5P Global Movement berkedudukan di Indonesia dan Eropa, dan tengah memperlebar jaringannya hingga ke Amerika Latin, Amerika Utara, Afrika, dan Timur Tengah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya