Berita

Mantan Hakim Konstitusi, Aswanto, menghadiri sidang lanjutan PHPU Legislatif 2024 di MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (27/5)/Repro

Politik

Mantan Hakim Konstitusi Sebut Pemilu 2024 Carut Marut di Sidang MK

SENIN, 27 MEI 2024 | 16:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Meski sudah selesai, pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif 2024 masih mendapat sorotan tajam. Terutama dalam proses seleksi penyelenggara pemilu.

Kritikan itu disampaikan mantan Hakim Konstitusi, Aswanto, saat hadir sebagai saksi ahli dalam sidang lanjutan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Legislatif 2024, dengan agenda pembuktian, Senin (27/5).

Aswanto membuka keterangannya dengan mengomentari pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 berdasarkan sudut pandangannya.


Menurut Aswanto, Pemilu serentak 2024 berjalan tidak biasa. Bahkan tidak meningkat kualitasnya. Penilaian ini muncul usai dia mendapat curhatan dari teman-temannya yang mengikuti seleksi penyelenggara pemilu.

"Saya mohon maaf, beberapa kawan saya datang melapor ke saya. 'Prof, saya tidak lulus jadi KPU, saya tidak lolos jadi Bawaslu karena bla bla bla'," papar Aswanto dalam sidang yang digelar di Gedung Kesekretariatan MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (27/5).

"Saya minta teman-teman penyelenggara supaya tidak dicap bahwa penyelenggara tahun ini adalah penyelenggara yang terburuk, kita harus jujur. Supaya ke depan memperbaiki jangan lagi seperti itu," sambungnya.

Dia bahkan mendapatkan informasi mengenai seleksi pimpinan lembaga penyelenggara pemilu yang harus mempunyai dukungan dari partai politik (parpol).

"Jangan pernah mimpi untuk lulus jadi penyelenggara kalau tidak di-backup oleh partai politik tertentu. Saya mohon maaf saya ngomong kasar di situ, dan saya punya data untuk itu," katanya.

Oleh karena itu, dia meyakini pengalaman beberapa kawannya yang mengikuti seleksi pimpinan lembaga penyelenggara pemilu adalah bukti kebobrokan Pemilu 2024.

"Ini yang menyebabkan orang yang merasa kalah dengan tidak cara yang benar, dengan cara yang tidak benar," demikian Aswanto.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya