Berita

Putro Mas Gunawan/Istimewa

Bola Bagus

BRIkan SEMANGATmo: Dari Krisis hingga Suka Cita BRI Liga 1

OLEH: PUTRO MAS GUNAWAN
MINGGU, 26 MEI 2024 | 19:36 WIB

BRImo.... BRIkan SEMANGATmo.... Kata-kata ini akrab di telinga pencinta sepak bola nasional. Kata-kata yang kerap diulang oleh komentator BRI Liga 1 di tengah momen pertandingan yang disiarkan langsung di televisi nasional.

Frasa yang sekaligus mempromosikan produk BRI sebagai sponsor utama BRI Liga 1, yakni BRImo. Selama hitungan tahun narasi "BRIkan SEMANGATmo" telah menjadi trademark baru yang menyertai momen penting pertandingan.

Setiap komentator di tiap negara memang punya trademark-nya sendiri. Komentator top dunia asal Inggris, Peter Drury, misalnya. Pria yang mengawali karier sebagai akuntan itu, kerap menarasikan momen penting laga dengan narasi dramatis dan puitis. Ini seperti, "satu putaran, satu sentuhan, satu kosong." Begitu komentar Drury merespons gol penyerang Argentina Sergio Aguero ke gawang Islandia di Piala Dunia 2018.


Di sisi lain, komentator sepak bola Arab kerap mengutarakan kata “Ya Salam”, saat merespons momen indah dalam pertandingan.

Indonesia sendiri memiliki komentator yang punya beragam ciri khas. Seperti "jebret...."atau "ahay...". Kini trademark itu bertambah dengan kata “BRImo, BRIkan SEMANGATmo.”

Banyak masyarakat yang mulai terbiasa dengan narasi BRImo BRIkan SEMANGATmo ini. Bagi BRI tentu ini menjadi strategi marketing yang baik. Sebab salah satu prinsip dasar marketing adalah promosi. Promosi secara sederhananya adalah usaha untuk mengkreasi kesadaran terhadap produk.

Lewat kompetisi sepak bola, BRI coba mensosialisasikan kesadaran publik akan kekuatan produk mobile-nya yang praktis dan serbabisa dalam mendukung kebutuhan transaksi keuangan para pecinta sepak bola.

Narasi komentator yang menyelipkan promosi sponsor memang bukan pendekatan baru. Walau begitu, narasi promosi mesti tepat sasaran. Narasi sponsor yang berlebihan akan menjadi bumerang bagi citra sebuah produk. Narasi promosi produk mesti memiliki kedekatan emosi dan kenyataan yang dirasakan publik.

Berangkat prinsip itu, lantas apakah tagline "BRImo BRIkan SEMANGATmo" di kompetisi sepak bola BRI Liga 1, tepat?

Mengacu pada kata-kata "Berikan Semangat", BRI tampak coba menyelami psikologi ekosistem sepak bola nasional yang punya semangat untuk bangkit. Terutama pascapandemi Covid-19 yang mana industri sepak bola dihantam cukup telak.

Ditambah sanksi FIFA yang mendera kompetisi sepak bola Indonesia pada 2022. BRI yang jadi sponsor utama kompetisi BRI Liga 1 sejak 2021 menyelami semangat kebangkitan sepak bola pascapandemi dan sanksi FIFA itu lewat tagline "BRIkan SEMANGATmo".

Misi BRI melekatkan citra perusahaan pada sepak bola nasional memang penuh risiko. Sebab sepak bola Indonesia kala itu paceklik prestasi. Sepak bola saat itu juga rawan aksi kerusuhan suporter. Namun BRI bergeming pada keputusan untuk mendukung penuh sepak bola nasional.

Walhasil BRIkan SEMANGATmo mewakili pula komitmen BRI yang konsisten menjadi sponsor kompetisi di saat yang sangat sulit dan penuh risiko. Jadi, BRIkan SEMANGATmo secara emosi dan kenyataan tepat di sasaran.

Saat sepak bola Indonesia semakin berprestasi di mancanegara saat ini, tagline BRIkan SEMANGATmo jadi semakin relevan. Terlebih kompetisi BRI Liga 1 musim ini yang gegap gempita dengan begitu meriahnya laga final Championship Series yang mempertemukan Persib Bandung versus Madura United, Minggu (26/5). Ini menandakan tagline BRIkan SEMANGATmo mulai berbuah nyata soal kebangkitan sepak bola Indonesia dari duka menjadi suka cita.

Satu hal yang jelas, konsistensi BRI dalam mendukung kompetisi BRI Liga 1 dengan segala risikonya adalah investasi terbaik dari segala promosi yang mereka lakukan. Meski berisiko soal citra, keamanan, dan pendanaan yang tak sedikit, BRI terbukti tak goyah dalam mensponsori kompetisi sepak bola di Indonesia.

BRI telah membuktikan mereka tetap hadir di saat sepak bola Indonesia serbasulit. Kini mereka memetik buah dari konsistensi mendukung kompetisi. Walhasil kini saat berbicara soal sepak bola Indonesia yang berprestasi maka kita tak bisa melupakan BRI.

BRI dan komitmennya pada sepak bola membuktikan apa yang dikatakan ekonom Amerika Benjamin Graham, "Investasi yang sukses adalah tentang bagaimana mengelola risiko, bukan menghindarinya!”

Penulis adalah Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Binus dan STAN

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya