Berita

Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan/Ist

Politik

Tak Ada Pilihan Bagi PKS kecuali Anies Baswedan

OLEH: TONY ROSYID
JUMAT, 24 MEI 2024 | 23:08 WIB

PKS menjadi partai pemenang pemilu di Jakarta. PKS meraih 18 kursi. Tertinggi untuk pileg di Jakarta. Disusul PDIP dengan 15 kursi.

PKS butuh tiga kursi lagi untuk bisa mengusung pasangan cagub-cawagub. Tentu sangat mudah bagi PKS cari satu partai untuk diajak koalisi. PKS usung cagub, cawagubnya diambil dari partai koalisi. Tawaran yang menarik, dan akan banyak partai yang bersedia bergabung dengan tawaran jadi cawagub.

Dalam Pilgub Jakarta, PKS tentu ingin menang. Menyempurnakan kemenangan di pileg. Untuk menang di pilgub, pertama, PKS mesti mengusung tokoh yang peluangnya paling besar untuk menang.


Kedua, tokoh ini mesti direstui oleh konstituen PKS, sehingga mesin politik PKS bisa bekerja dengan baik. Mesin politik PKS dikenal paling solid dan terukur kinerjanya.

Ketiga, PKS perlu berkoalisi dengan partai yang dapat menambah suara. Tiga unsur ini akan menjadi daya tarik bagi para bohir politik untuk menyiapkan logistiknya. Siapa yang paling besar peluangnya untuk menang, ke situ logistik akan diarahkan.

Ini Jakarta bung! Kebutuhan logistik untuk pilgub lumayan besar. Tidak cukup Rp500 miliar. Maka, harus menciptakan magnet yang membuat para bohir tertarik untuk merogoh kantongnya.

Siapa tokoh yang favorit saat ini? Nama Anies Baswedan masih menduduki posisi nomor satu. Sejumlah survei yang tidak dipublish menempatkan Anies Baswedan di posisi tertinggi. Disusul Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Ridwan Kamil dengan jarak yang amat jauh. Nama-nama lain, posisi elektabilitasnya dibawah lima persen. Sangat kecil.

Elektabilitas Anies bisa dibaca dari Pilpres 14 Februari lalu. Anies dapat suara hampir 50 persen. Ketika nama Prabowo dan Ganjar dihilangkan dari arena pilgub, maka peluang elektabilitas Anies untuk naik menjadi lebih besar. Sebab, tidak ada tokoh sekaliber Prabowo dan Ganjar yang muncul di Pilgub Jakarta.

PKS menyadari bahwa Anies Baswedan adalah tokoh yang didukung oleh mayoritas konstituen PKS. Baik di Pilgub DKI 2017, maupun di Pilpres 2024.

Untuk mengakomodir konstituennya, PKS tidak punya pilihan lain kecuali mengusung Anies Baswedan. Bagi PKS, mengusung Anies Baswedan menjadi realistis karena dua hal. Pertama, Anies adalah pilihan konstituen PKS. Kedua, Anies punya elektabilitas tertinggi saat ini. Dengan begitu, peluang menangnya akan sangat besar.

Menempati posisi tertinggi dalam berbagai survei, Anies punya magnet bagi partai politik. Tidak ada yang sulit bagi tokoh dengan elektabilitas tertinggi untuk mendapatkan tiket maju. Ini sudah menjadi hukum politik yang berlaku. Standar utamanya adalah elektabilitas.

Karena itu, didukung PKS atau tidak, peluang Anies untuk maju di Pilgub Jakarta tetap sangat besar. PDIP dan Nasdem telah menyatakan minatnya untuk mengusung Anies Baswedan. Demokrat bahkan ingin memasangkan Anies Baswedan dengan kadernya.

Bagi partai, prioritas utamanya adalah menang. Maka, partai politik akan mencari tokoh yang potensi menangnya besar. Anies Baswedan adalah incumbent dengan elektabilitas tertinggi.

Partai mana yang tidak tertarik mengusung incumbent dengan elektabilitas paling tinggi? Kecuali ada kendala di internal partai. Atau masih dipakainya cara-cara klasik, yaitu penyanderaan kasus kepada ketum partai.

Jika PKS mengusung tokoh lain selain Anies Baswedan, maka akan berpotensi menimbulkan kegaduhan di internal partai. Karena langkah politik ini akan dianggap bertentangan dengan aspirasi konstituen.

Apa dampak politiknya ketika PKS tidak mengusung Anies Baswedan? Pertama, ini akan mengecewakan para kader PKS di Jakarta, bahkan di seluruh Indonesia. Terutama bagi kader yang selama ini mendukung Anies Baswedan.

Anies telah mendapatkan tempat di hati para pendukung PKS. Kasus yang terjadi di PPP telah menjadi sebuah pelajaran buat semua partai. Siapa yang meninggalkan konstituen, maka akan ditinggal oleh konstituen. Hukum ini berlaku buat partai yang punya ceruk dengan identitas kelompok tertentu.

Kedua, jika Anies Baswedan maju dari partai lain, berhadapan dengan cagub PKS, maka kedua belah pihak baik Anies maupun tokoh yang diusung PKS sama-sama mengalami kesulitan. Suara Anies dan suara cagub PKS terbelah. Keduanya akan sama-sama dirugikan.

Dari background politik ini, maka tidak ada pilihan bagi PKS untuk menang kecuali mengusung Anies Baswedan.

Dalam teori "social determinism" dianut suatu kaidah bahwa posisi dan situasi telah memaksa setiap pihak untuk mengambil langkah tertentu, bukan memilih satu diantara banyak langkah.

Mengacu pada teori ini PKS hanya diberikan pilihan untuk mendukung Anies jika ingin peluang menang di pilgub Jakarta terbuka dan lebih besar.

Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya