Berita

Djarot Saiful Hidayat (tengah) di arena Rakernas V PDIP, Ancol, Jakarta pada Jumat (24/5)/RMOL

Politik

Rakernas V PDIP Bahas 3 Hal Pokok

Salah Satunya Pemenangan Pilkada 2024
JUMAT, 24 MEI 2024 | 10:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) V yang digelar di Ancol, Jakarta, pada 23-26 Mei 2024 akan membahas tiga persoalan pokok.  

Demikian disampaikan Ketua DPP PDIP yang juga Ketua Steering Committee (SC) Djarot Saiful Hidayat saat jumpa pers di arena Rakernas V PDIP, Ancol, Jakarta, pada Jumat (24/5).

“Isi Rakernas V PDIP akan membahas persoalan-persoalan yang terkait dengan 3 persoalan pokok,” ungkap Djarot.


Diuraikan Djarot, tiga persoalan pokok tersebut yaitu; pertama, Rakernas V PDIP sikap politik PDIP baik internal maupun eksternal. Kedua, merumuskan program-program kerakyatan, karena PDIP akarnya adalah rakyat. Ketiga, membahas tentang strategi pemenangan Pilkada 2024.

Djarot menambahkan, pembahasan tiga hal pokok itu nantinya akan dibagi ke dalam kelompok. Pada tiap-tiap kelompok ini nantinya akan ada sub kelompok untuk membahas secara komprehensif.

Khusus untuk strategi pemenangan Pilkada 2024 akan dibagi ke dalam 3 sub kelompok. Sub kelompok pertama akan diikuti oleh DPC, DPD yang perolehan suaranya lebih dari 20 persen.

“Artinya kelompok 1 itu diikuti oleh ketua, sekretaris, bendahara partai, yang bisa mengajukan calon sendiri. Tetapi kita akan tetap bekerja sama dengan parpol lain,” jelas Djarot.

Kemudian, sub kelompok 2 ini adalah DPC dan DPD partai yang memperoleh kursi antara 10 sampai 20 persen. Adapun, bagi DPC dan DPD yang dibawah 10 persen akan masuk ke dalam sub kelompok 3.

“Kemudian sebelum memasuki sidang-sidang komisi Rakernas V akan mendengarkan pandangan umum dari semua DPD. Pandangan umum ini terkait situasi kondisi konsolidasi dan evaluasi atas pelaksanaan pemilu 2024 serta arah kebijakan dan usulan-usulan program DPD DPD seluruh Indonesia,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Sebab, lanjut Djarot, PDIP adalah partai yang kukuh untuk melaksanakan ideologi Pancasila yang bersumber dari pemikiran dan ajaran Bung Karno. Sehingga, tetap menggunakan pola sistem demokrasi terpimpin dengan mendengarkan seluruh laporan pandangan umum dari DPD yang hadir.

“Dari situlah digodok dalam komisi komisi dan subkomisi. Di hari terakhir nanti akan dibacakan rekomendasi internal maupun eksternal partai. Semua keputusan rakernas diambil berdasarkan asas musyawarah mufakat,” tutupnya.

Saat jumpa pers, Djarot didampingi Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Politikus PDIP Masinton Pasaribu, Adian Napitupulu, Deddy Sitorus, Selly Andriani, Aryo Seno Bagaskoro.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya