Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron melambaikan tangan saat ia menaiki pesawat Kepresidenannya untuk melakukan perjalanan ke kepulauan Pasifik di Kaledonia Baru pada Rabu, 22 Mei 2024/Net

Global

Tiba di Lokasi Kerusuhan, Presiden Prancis Sebut 3000 Polisi Tetap Siaga di Kaledonia Baru

KAMIS, 23 MEI 2024 | 13:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kerusuhan warga di Kaledonia Baru sudah mulai diredam oleh otoritas kepolisian Prancis. Presiden Emmanuel Macron juga akhirnya datang ke wilayah tersebut pada Kamis (23/5).

Mengutip Al Jazeera, Macron terbang dari Prancis ke ibu kota Noumea, Kaledonia Baru dan diperkirakan akan tetap berada di sana selama sekitar 12 jam.

Presiden Prancis itu mengheningkan cipta selama satu menit untuk orang-orang yang terbunuh. Kemudian Macron memerintah agar ribuan personel polisi yang dikerahkan untuk meredakan ketegangan di Kaledonia Baru tetap siaga di sana hingga kondisi benar-benar aman.  


"Sekitar 3.000 tentara telah dikirim dari Paris sejak kekerasan dimulai dan mungkin akan tinggal di sana hingga Olimpiade di Paris, yang dimulai pada 26 Juli," kata Macron.

Prancis telah menetapkan keadaan darurat di Kaledonia baru setelah empat orang meninggal dunia dan 300 orang terluka dalam kerusuhan sejak Senin (13/5).

Kerusuhan terjadi sejak 13 Mei lalu, diawali dengan aksi protes masyarakat adat Kanak terhadap reformasi undang-undang pemilu.

Aturan itu akan memungkinkan warga Perancis yang telah tinggal di Kaledonia Baru selama 10 tahun berhak mengikuti pemilihan provinsi.

Beberapa pemimpin lokal khawatir langkah tersebut akan melemahkan suara masyarakat adat Kanak. Suku ini berjumlah 41 persen dari populasi dan kekuatan utama Gerakan pro-kemerdekaan.

Enam orang, termasuk tiga pemuda Kanak, telah terbunuh dan sekitar 280 orang ditangkap sejak protes pecah dan keadaan darurat diumumkan pekan lalu.

Para pengunjuk rasa yang mengibarkan bendera Kaledonia Baru berjajar di jalan-jalan ketika konvoi presiden Prancis berjalan di sepanjang jalan yang baru dibuka kembali dari bandara internasional ke Noumea.

 “Saya tidak tahu mengapa nasib kami dibicarakan oleh orang-orang yang bahkan tidak tinggal di sini,” kata Mike, seorang warga Kanak berusia 52 tahun di penghalang jalan di utara ibu kota, pada malam kedatangan Macron.

Sekitar 90 barikade yang dipasang oleh pengunjuk rasa telah dibersihkan oleh polisi bersenjata lengkap dan paramiliter, namun barikade baru masih muncul pada malam sebelum Macron tiba.

Suku Kanak berjumlah sekitar 40 persen dari 300.000 orang yang tinggal di Kaledonia Baru, yang terletak antara Australia dan Fiji di Samudra Pasifik.

Pada tahun 1998, Perancis setuju untuk menyerahkan lebih banyak kekuasaan politik kepada wilayah tersebut dan membatasi pemungutan suara dalam pemilihan provinsi dan majelis di Kaledonia Baru hanya untuk mereka yang merupakan penduduk pulau tersebut pada saat itu, berdasarkan apa yang disebut Perjanjian Noumea.

Sekitar 40.000 warga Perancis telah pindah ke Kaledonia Baru sejak tahun 1998, dan perubahan tersebut memperluas daftar pemilih hingga mencakup mereka yang telah tinggal di wilayah tersebut selama 10 tahun.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya