Berita

Bawang Putih/Net

Bisnis

Pemerintah Didesak Patok Harga Acuan Bawang Putih yang Sedang Melonjak

RABU, 22 MEI 2024 | 15:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah diharap dapat segera menetapkan harga acuan bawang putih di tengah melonjaknya harga komoditas pangan itu.

Hal tersebut dikatakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dengan merekomendasikan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk mengatur harga acuan pembelian (HAP) atau harga eceran tertinggi (HET) bawang putih, guna menentukan perkembangan harga di pasaran.

"Perlu segera Bapanas itu menetapkan harga acuan bawang putih, meski ini bukan bahan pokok penting sehingga kita tahu ini kondisi sekarang apakah bawang putih mahal, di atas berapa persen, kita ukur," kata Ketua KPPU M Fanshurullah Asa, dikutip Rabu (22/5).


Menurut Fanshurullah, komoditas pangan lainnya seperti beras, gula, telur dan minyak goreng telah memiliki harga acuan sehingga kenaikannya dapat segera dikontrol pemerintah.

Namun, harga acuan belum berlaku untuk bawang putih, sehingga ia mendorong penetapan harga pada bawang putih, agar pemerintah dapat bergerak cepat saat terjadi ketidakstabilan harga.

Sejauh ini, mengontrol bawang putih kata Fanshurullah merupakan hal yang sulit dilakukan karena bawang putih belum memiliki harga acuan.

"Jadi meskipun bawang putih ini tidak tergolong komoditas utama, saya rasa perlu ditetapkan," katanya.

Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dilansir pada pukul 13.56 WIB, harga rata-rata bawang putih nasional sudah melonjak di angka Rp42.830 per kilogram.

Menurut KPPU sendiri tingginya harga bawang putih ini disebabkan oleh importir yang mendapatkan barang dengan kualitas yang kurang baik, sehingga mereka harus mengeluarkan biaya lebih untuk penyimpanannya.

Saat ini anggota KPPU Eugenia Jenny Mardanugraha mengatakan pihaknya sudah memanggil para importir untuk menyikapi kenaikan bawang putih yang tinggi, agar tidak terjadi praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat.

"Menurut keterangan dari importir bawang putih, impor bawang putih yang ada sekarang bukan bawang putih kualitas baik, sehingga mereka mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk bisa menyimpan bawang putih tersebut, itu yang menyebabkan harga di pasar tinggi," tutur Jenny.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

UPDATE

Tiba di Amman, Prabowo Disambut Putra Mahkota hingga Dikawal Jet Tempur

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit Didorong Optimisme AI

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:14

KPK Bakal Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Kasus Suap Importasi

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:55

Duduk Bareng Bahas Ritel: Upaya Mendag Sinkronkan Aturan dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:39

Mantan PM Norwegia Dirawat Serius Usai Dugaan Percobaan Bundir di Tengah Skandal Epstein

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:26

Indeks STOXX 600 Naik 0,23 Persen, Dekati Rekor Tertinggi di Tengah Dinamika Tarif AS

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:16

Kemenag Kejar Target: Dana BOP dan BOS Rp4,5 Triliun Harus Cair Sebelum Lebaran 2026

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:05

NasDem Berpeluang Mengusung Anies Lagi

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:51

Roy Suryo Cs versus Penyidik Polda Metro Makin Seru

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:34

Yuk Daftar Mudik Gratis 2026 Kota Bandung

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:24

Selengkapnya