Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Lemah Lagi, Rupiah Kembali Sentuh Rp16 Ribu per Dolar AS

SELASA, 21 MEI 2024 | 13:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) mata uang rupiah kembali di atas Rp16 ribu per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (21/5).

Mata uang Garuda itu berada di posisi Rp16.039 per dolar AS, atau melemah 0,38 persen dari posisi sebelumnya yang bertengger di kisaran Rp15.900.

Tidak hanya rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia lainnya juga terpantau bergerak di zona merah. Seperti baht Thailand yang melemah 0,23 persen, peso Filipina 0,17 persen, yuan China 0,16 persen.


Selain itu won Korea Selatan juga minus 0,58 persen, dan Jepang 0,13 persen, serta ringgit Malaysia melemah 0,15 persen.

Sementara itu, pada perdagangan hari ini dolar Singapura menguat 0,01 persen, dolar Hong Kong 0,02 persen, dan rupee India 0,19 persen.

Pelemahan mata uang ini terjadi di tengah ketidakpastian Bank Sentral AS (The Fed) yang tidak kunjung memangkas suku bunganya yang tinggi.

Menurut pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra para pelaku pasar masih menunggu data baru dari notulen rapat moneter bank sentral AS yang akan dirilis Kamis pekan ini.

"Sentimen soal pemangkasan suku bunga acuan AS ini masih menjadi penggerak harga di pasar keuangan karena The Fed memang tidak pernah memberikan kepastian soal langkah selanjutnya tapi hanya memberikan indikasi,"katanya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya