Berita

Kepala Kepolisian Vietnam, To Lam/Net

Dunia

Partai Komunis Vietnam Tunjuk Kepala Kepolisian Jadi Presiden Baru

MINGGU, 19 MEI 2024 | 10:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Partai Komunis Vietnam menunjuk Kepala Kepolisian To Lam sebagai presiden baru di negara tersebut.

Setelah mendapat persetujuan dari parlemen, yang mungkin akan diberikan minggu depan, Jenderal Lam berusia 66 tahun, akan menggantikan presiden sebelumnya Vo Van Thuong yang mundur Maret lalu karena dituduh melanggar peraturan partai.

Mengutip Reuters, penunjukkan Lam telah dilakukan Komite Sentral Partai Komunis Vietnam sejak awal pekan, namun media pemerintah baru mengumumkan kabar tersebut pada Sabtu (18/5).


Presiden memegang peran seremonial namun merupakan salah satu dari empat pemegang posisi politik teratas. Yang lainnya adalah ketua partai, perdana menteri, dan ketua parlemen.

Selaim Lam, Partai Komunis juga menunjuk Tran Thanh Man sebagai ketua baru Majelis Nasional, menggantikan Vuong Dinh Hue, yang mengundurkan diri bulan lalu karena pelanggaran dan kekurangan.

Lam, seorang perwira polisi karir, telah menjadi Menteri Keamanan Publik sejak 2016 dan diterima di Politbiro pada tahun 2021.

Ia juga menjabat wakil ketua komite pengarah anti-korupsi partai tersebut sejak tahun 2021, memainkan peran penting dalam kampanye anti-korupsi yang telah menyebabkan ribuan pejabat dan eksekutif perusahaan terkemuka diadili atau dipaksa untuk mundur.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya