Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Neraca Dagang RI Surplus Lagi Rp56 T pada April 2024

RABU, 15 MEI 2024 | 20:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Neraca perdagangan RI tercatat kembali surplus pada April 2024 sebesar 3,56 miliar dolar AS (Rp56 triliun).

Nilai tersebut sedikit menurun dibandingkan surplus pada Maret 2024 sebesar 4,58 miliar dolar AS atau senilai Rp73 triliun.

Meski angkanya menurun, namun neraca dagang ini masih terus melanjutkan tren surplusnya selama lebih dari 40 bulan berturut-turut.


"Dengan demikian maka neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 48 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 atau selama empat tahun beruntun," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Rabu (15/5).

Menurut Pudji, surplus tersebut ditopang oleh sektor nonmigas sebesar 5,17 miliar dolar AS (Rp82 triliun), dengan komoditas yang paling banyak berkontribusi yaitu bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja.

Adapun ekspor Indonesia sepanjang April 2024 ini tercatat sebesar 19,62 miliar dolar AS (Rp313 triliun). Nilai tersebut turun 12,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Total nilai ekspor menurun secara bulanan namun mengalami peningkatan secara tahunan. Secara bulanan, penurunan terjadi di sektor migas," kata Pudji.

Sementara nilai impor juga tercatat turun menjadi 16,06 miliar dolar AS (Rp257 triliun). Penurunan kinerja impor ini terjadi pada kelompok migas dan nonmigas masing-masing 11,01 persen dan 10,51 persen.

Namun, secara kumulatif sejak Januari-April, total nilai impor mencapai 70,95 miliar dolar AS (Rp1.134 triliun). Realisasi tersebut naik 0,93 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya