Berita

Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar/RMOL

Politik

Kalau Diajak Prabowo Perkuat Parlemen, Wajar PKB-Nasdem Minta Jatah Menteri

RABU, 15 MEI 2024 | 16:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kabar Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta jatah kursi kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto harus dipastikan kebenarannya.

Sebab, menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, hingga saat ini belum ada satupun elite kedua parpol ini yang berbicara soal meminta jatah menteri.

"Nasdem dan PKB juga tidak mau dituduh sebagai parpol yang meminta jabatan politik, apalagi dua partai ini adalah partai pengusung Anies-Muhaimin di Pilpres lalu," kata Adi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/5).


Meski begitu, PKB dan Nasdem dinilai sangat wajar meminta jatah menteri bila memang diajak Prabowo untuk memperkuat barisan koalisi.

"Bagaimanapun juga PKB dan Nasdem dibutuhkan oleh Prabowo-Gibran untuk memperkuat kekuatan politik di parlemen," jelasnya.

Bila memang seperti ini situasinya, maka analis politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu menyatakan, sangat wajar Nasdem dan PKB meminta jatah menteri sebagai bentuk reward karena menerima ajakan koalisi.

"Yang menjadi tidak wajar itu adalah kalau PKB dan Nasdem tidak diajak koalisi oleh Prabowo tapi menawarkan diri untuk bergabung kemudian meminta jatah menteri, itu tidak wajar. Karena dua partai ini kalah pemilu," pungkasnya.

Sebelumnya, dua partai yang ada di Koalisi Perubahan pendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, PKB dan Nasdem, sudah menyatakan sikap untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pernyataan sikap itu sudah disampaikan dalam pertemuan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu lalu (24/4).

Keesokan harinya, giliran Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang bertemu dengan Prabowo di Kertanegara,  Jakarta Selatan, untuk menyatakan kerja sama dengan koalisi pemerintah.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya