Berita

Kapal AL Jerman Frankfurt am Main yang bersama fregat Baden-Wuerttemberg sedang dalam perjalanan ke Hawaii untuk mengikuti RIMPAC ke-29.

Global

Dua Kapal Perang Jerman Ikut RIMPAC ke-29 di Tengah Ketegangan LCS

RABU, 15 MEI 2024 | 10:38 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Dua kapal perang Angkatan Laut Jerman berlayar ke Asia untuk mendukung sekutunya di tengah ketegangan Laut China Selatan yang dipicu agresifitas Beijing.

Kedua kapal perang Jerman itu adalah Frankfurt am Main dan  fregat Baden-Wuerttemberg.

Menurut laporan Nikkei Asia, selama tur Asia kedua kapal AL Jerman itu akan berpartisipasi dalam Latihan Lingkar Pasifik (RIMPAC) yang diikuti armada beberapa negara di Asia dan Amerika.


RIMPAC ke-29 akan berlangsung pada bulan Juni dan Juli 2024 di perairan sekitar Kepulauan Hawaii.

Selain Jerman, negara lain yang terlibat dalam latihan berskala besar ini adalah Kanada, Amerika, Jepang, India, dan Perancis.

Selain melibatkan kekuatan laut, RIMPAC ke-29 juga akan diikuti armada udara, khususnya AU Prancis dan AU Spanyol.

Selain itu, Italia juga berencana mengirimkan kapal induk Cavour beserta seluruh armada kapalnya termasuk pesawat tempur multiperan F-35, untuk berpartisipasi dalam RIMPAC.

Prancis juga berencana mengirim kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle ke Indo-Pasifik tahun ini.

Menurut laporan, kapal fregat Jerman Baden-Wuerttemberg dan kapal pasokan Frankfurt am Main sedang menuju melintasi Atlantik Utara dan Terusan Panama menuju Hawaii dan Jepang, lalu Laut China Selatan, Samudra Hindia, dan Laut Merah sebelum kembali ke negaranya pada bulan Agustus. Perjalanan panjang ini ditempuh selama delapan bulan.

RIMPAC ke-29 digelar di tengah situasi politik di Indo-Pasifik yang semakin buruk dalam tiga tahun terakhir.

Ancaman perang di kawasan semakin terdengar jelas. Sementara di belahan bumi lainnya, konflik tengah terjadi. Ukraina dan Gaza, misalnya, menghadapi pemboman setiap hari.

Wakil Laksamana Jan Christian Kaack dari Jerman juga menyoroti tindakan agresif China di kawasan sambil mengungkapkan kekhawatirannya mengenai masalah tersebut.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya