Berita

Ketua KPU RI Hasyim Asyari/RMOL

Politik

Ini Mekanisme Verifikasi Data Dukungan Bapaslon Kepala Daerah Perseorangan

SELASA, 14 MEI 2024 | 16:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penyerahan data dukungan bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah perseorangan pada Pilkada 2024 telah ditutup Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saat ini, KPU mulai melakukan tahapan verifikasi administrasi.

"Jadi hari Ahad kemarin, tanggal 12 Mei 2024, itu adalah batas akhir bagi warga negara yang akan mendaftarkan dirinya sebagai calon kepala daerah, baik gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati, wali kota-wakil wali kota, melalui jalur perseorangan," ujar Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, kepada wartawan, Selasa (14/5).

Dia menjelaskan, data dukungan bapaslon kepala daerah pada pokoknya meliputi daftar nama warga yang mendukungnya yang dilampiri dengan foto copy kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Jumlahnya minimal 6,5 hingga 10 persen dari total jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di suatu daerah, sebagaimana dipersyaratkan UU 10/2016 tentang Pilkada.


"Kan (selain itu juga diperhatikan sebaran data warga yang mendukungnya) harus minimal di separuh jumlah dari misalkan provinsi, berarti kabupaten/kota di provinsi itu. Kalau kabupaten/kota berarti lebih dari separuh jumlah kecamatan di kabupaten/kota," sambungnya menjelaskan.

Sampai batas waktu penyerahan dokumen dukungan bapaslon kepala daerah akhir pekan kemarin, Hasyim memastikan KPU memeriksa kelengkapan dokumen yang diserahkan sesuai ketentuan batas minimal jumlah dukungan tersebut.

"Lengkap atau tidak itu ukurannya apakah daftar pendukungnya ada atau tidak, kemudian dukungan berupa foto copy KTP ada atau tidak, jumlahnya sesuai dengan batas minimal yang dipersyaratkan atau tidak, termasuk persebarannya," beber Hasyim.

Apabila dokumen persyaratan dukungan dinyatakan lengkap, Hasyim menegaskan KPU-KPU daerah akan menerbitkan Berita Acara kepada masing-masing bapaslon kepala daerah. Kemudian dilanjutkan dengan penelitian administrasi atau verifikasi administrasi yang telah dimulai sejak Senin kemarin (13/5).

Mengenai mekanisme verifikasi administrasi, Anggota KPU RI dua periode itu memaparkan, tugas dari KPU-KPU daerah bukan lagi memeriksa lengkap tidaknya dokumen data pendukung bapaslon. Tetapi lebih kepada memastikan kebenaran dan keabsahan dokumen.

"Jadi kebenaran keabsahan dokumen itu apakah nama-nama pendukung di dalam daftar sesuai dengan bukti KTP yang dilampirkan atau tidak, dan nanti ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama dinyatakan memenuhi syarat, kemudian yang kedua dinyatakan belum memenuhi syarat," jelasnya.

Bagi yang belum memenuhi syarat, lanjut Hasyim, KPU akan memberikan kesempatan kepada bapaslon dan timnya untuk melakukan perbaikan, dan setelah itu akan dilakukan penelitian administrasi lagi.

"Dan bagi yang dinyatakan memenuhi syarat verifikasi administrasi dukungan, maka kemudian dilanjutkan dengan verifikasi faktual," tuturnya.

Khusus untuk verifikasi faktual, dia menyebutkan metode yang dipakai KPU dalam memeriksa dokumen dukungan bapaslon perseorangan adalah menggunakan metode sensus.

"Jadi misalkan yang dikumpulkan 10 ribu, maka 10 ribu nama sesuai dengan daftar dukungan itulah yang akan diverifikasi faktual oleh teman-teman KPU di daerah sesuai dengan tingkatannya masing-masing," ungkapnya.

"Dan kemudian hasil verifikasi faktual itu ada dua kemungkinan juga, memenuhi syarat atau belum memenuhi syarat," pungkas Hasyim. 

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:53

Pengamat Ingatkan Bahaya Berita Hoax di Balik Perang AS-Israel Vs Iran

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:33

Polri Gandeng Pemuda Katolik Wujudkan Swasembada Pangan di Cianjur

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:13

Anggota DPR Tidak Boleh Lepas Cerdaskan Generasi Bangsa

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:59

Jalur Rempah dan Strategi Penguatan Armada Domestik

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:42

DPRD Klungkung Setujui Ranperda Pajak Demi Genjot PAD

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:18

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Polri All Out Dukung Petani dan Wujudkan Swasembada

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:42

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Arab yang Terdampak Serangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:15

Bea Cukai Gandeng BNN Bongkar Laboratorium Narkoba di Bali

Minggu, 08 Maret 2026 | 00:56

Selengkapnya