Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Selamatkan Perekonomian, Tiongkok Jual Obligasi Khusus Jangka Panjang Bertenor 20 dan 50 Tahun

SELASA, 14 MEI 2024 | 15:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China akan menerbitkan obligasi pemerintah khusus jangka panjang  senilai satu triliun yuan (atau sekitar 187 miliar dolar AS) tahap pertama pada Jumat (17/5) mendatang.

Langkah itu sebagai upaya pemerintah dalam mendukung keuangan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Kementerian Keuangan mengatakan, pemerintah pusat akan mulai dengan menerbitkan obligasi bertenor 30 tahun. Hal ini mengakhiri spekulasi selama berbulan-bulan mengenai kapan obligasi tersebut "yang merupakan obligasi keempat dalam kurun waktu 26 tahun" akan diterbitkan.


Obligasi bertenor 20 tahun dan 50 tahun ditawarkan masing-masing mulai 24 Mei dan 14 Juni. Lelang sekuritas akan berlanjut hingga batch terakhir yang terdiri dari surat utang 30 tahun mulai dijual pada November. Kementerian tidak mengungkapkan jumlah obligasi yang akan dijual.

Pengamat Xing Zhaopeng di Australia & New Zealand Banking Group mengatakan penjualan obligasi diperkirakan meningkatkan pertumbuhan tahun ini sebesar satu poin persentase.

"Waktu penerbitan obligasi kemungkinan dimaksudkan untuk mengimbangi dampak tarif proteksionisme yang diancam AS terhadap barang-barang China," katanya, mengutip ketidakpastian menjelang pertemuan Partai Komunis mengenai reformasi yang ditetapkan pada Juli.

Bloomberg melaporkan penjualan obligasi negara khusus sebelumnya pada Senin. Penerbitan tersebut akan mencakup obligasi 20 tahun senilai 300 miliar yuan, surat utang 30 tahun senilai 600 miliar yuan, dan tenor 50 tahun senilai 100 miliar yuan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya