Berita

Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Politik

Soal PKB Minta 2 Kursi Menteri, PAN Serahkan ke Prabowo

SELASA, 14 MEI 2024 | 13:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Amanat Nasional (PAN) menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai kursi menteri dalam kabinet pemerintahan mendatang.

Termasuk kabar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui ketua umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta jatah dua kursi menteri ke Prabowo. Sebab, kewenangan menentukan komposisi kabinet, sepenuhnya menjadi hak prerogatif Prabowo selaku presiden terpilih.

“Jadi, nanti bagaimana susunannya, siapa saja yang akan mengisi dan seterusnya, itu nanti Pak Prabowo yang akan menentukan,” kata Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5).


“Apakah misalnya hanya diambil dari partai-partai yang selama ini berkoalisi atau mungkin juga sudah akan ambil partai-partai yang kemarin berada di koalisi lain. Nah itu sebetulnya sah-sah saja,” sambung Ketua Fraksi PAN DPR  ini.

Sebab, sambungnya, di pemerintahan saat ini pun ada parpol nonkoalisi yang pada akhirnya bergabung dan membantu suksesi pemerintahan Jokowi-Maruf.

“Dan itu mungkin semangatnya Pak Prabowo tuh bagaimana mengakomodir semua pihak sebanyak mungkin lalu untuk bersama-sama bersatu untuk mengisi dan melanjutkan pembangunan yang ada ini,” tuturnya.

Kendati begitu, pihaknya yakin apabila Prabowo merangkul parpol di luar koalisi seperti PKB, bakal memberitahu parpol koalisi, termasuk PAN.

“Lho itu kan urusannya Pak Prabowo. Sekarang kalau mereka misalnya dapat dua kursi kemudian kita berperan di dalamnya sama, peran kita seperti yang sekarang kan enggak ada masalah juga. Kita tidak masalah selama itu betul-betul memang diinginkan oleh Pak Prabowo. Dan itu tentu nanti pasti akan dibicarakan oleh Pak Prabowo beserta rekan-rekan koalisinya. Ya kan secara arif pasti begitulah Pak, masa Pak Prabowo enggak bicarakan, dan tentu ini nanti akan dibicarakan,” paparnya.

Sebelumnya, seorang petinggi partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, menyebutkan PKB dan Partai Nasdem sudah meminta jatah kursi kabinet.

Kata dia, permintaan itu disampaikan langsung Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, kepada Prabowo. Bukan satu, tapi PKB meminta dua kursi kabinet.

"Cak Imin sudah minta dua ke Pak Prabowo, satu (minta) Kemendes," katanya, Senin (13/5).

Sementara Nasdem, lanjutnya, hanya meminta diberikan satu kursi menteri. Yakni Menteri Komunikasi dan Informasi.

Namun demikian, dia memastikan permintaan jatah menteri itu tak membuat KIM gusar.

"Itu hanya jadi bahan tertawaan saja, dan pada posisi ini KIM sepakat kabinet diserahkan kepada Prabowo," tandasnya.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya