Berita

Presiden Taiwan terpilih Lai Ching-te yang akan dilantik pada 20 Mei 20204.

Dunia

Sinyalemen Media Lokal: Tiongkok akan Bajak Pelantikan Presiden Taiwan

SENIN, 13 MEI 2024 | 17:29 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Partai Komunis Tiongkok (PKT) dapat berupaya mengganggu pelantikan Presiden Taiwan terpilih Lai Ching-te pada tanggal 20 Mei dengan meretas situs web dan papan reklame elektronik serta menyabotase jaringan listrik di selatan.

Seorang pejabat mengatakan kepada media lokal Liberty Times, bahwa peretas Tiongkok dapat menargetkan situs web pemerintah dan layar publik pada tanggal 20 Mei, berpotensi menyisipkan pesan ucapan selamat yang sarkastik atau propaganda pro-PKT untuk mempermalukan Lai.

Tiongkok telah meningkatkan tekanan terhadap Partai Progresif Demokratik (DPP) setelah pemilu bulan Januari, menurut Taiwan News.


Seorang pejabat mengungkapkan bahwa Tiongkok tengah mencari informasi tentang isi pidato pelantikan Lai melalui akademisi yang berbasis di Hong Kong dan Makau.

Menurut Taiwan News, pejabat tersebut lebih lanjut menilai bahwa Tiongkok kemungkinan tidak akan melakukan latihan militer yang signifikan sebelum tanggal 20 Mei, namun mungkin berupaya untuk mengganggu pelantikan tersebut.

Dia juga menyatakan Tiongkok dapat mencoba mengganggu kekuasaan di Tainan, tempat pesta presiden akan diadakan. Pejabat tersebut memperingatkan unit-unit terkait harus bersiap untuk merespons dengan tepat.

Ia menegaskan, jika Tiongkok tidak puas dengan isi pidato pengukuhan Lai, tindakan lebih lanjut dapat diambil. Penurunan tarif untuk barang-barang tertentu berdasarkan Perjanjian Kerangka Kerja Sama Ekonomi (ECFA) dapat ditangguhkan.

Di bidang diplomatik, pada tahun pertama masa jabatan presiden baru, seperti biasa, mungkin akan ada kunjungan ke luar negeri, dan PKT mungkin sekali lagi membujuk sekutunya untuk memutuskan hubungan dengan Taiwan guna melemahkan Lai.

Sementara itu, baru-baru ini Taiwan menahan pengusaha dan pensiunan perwira yang dicurigai menjadi mata-mata Tiongkok

Para pejabat keamanan Tiongkok diduga meminta pengusaha tersebut, yang bermarga Wen, untuk mengundang pensiunan perwira militer ke Tiongkok untuk melakukan pertemuan, kata laporan itu yang mengutip Central News Agency (CNA).

Seorang mantan perwira bernama Chu pertama-tama setuju dan kemudian merekrut Chiang untuk bergabung dengannya, kata jaksa Kaohsiung.

Selama kunjungan ke Tiongkok, ketiganya dilaporkan setuju untuk memperluas organisasi mereka dan membujuk lebih banyak perwira dan pensiunan untuk bergabung dan memberikan informasi ke Beijing. Setelah menyelesaikan penyelidikan mereka, jaksa menggerebek rumah Wen pada tanggal 9 Mei dan menahan ketiga tersangka, Taiwan News melaporkan.

Meskipun ketiga terdakwa membantah tuduhan tersebut, para penyelidik mengatakan bahwa mereka kemungkinan besar telah melanggar UU Keamanan Nasional.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya