Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/RMOL

Politik

Usai Lebaran dan Pemilu, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Rata-Rata 5,11 Persen

SABTU, 11 MEI 2024 | 17:20 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia mencapai angka rata-rata di 5,11 persen dan relatif tertinggi dari kuartal sebelumnya.

Itu sebabnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis menatap masa depan demi meraih Indonesia Emas pada 2045.

Optimisme itu disampaikan Airlangga dalam seminar "Perspektif Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi menuju Indonesia Emas 2045" di Sport Hall, Kolese Kanisius, Jalan Menteng Raya, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5).


"Terkait dengan pertumbuhan ekonomi kita tetap dirata-rata 5,11 persen dan ini tentu lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 5,11 relatif tertinggi krn pertama ada lebaran dan ada pemilu jadi bagaimana pemilu meningkatkan konsumsi domestik," kata Airlangga.

Persentase pertumbuhan ekonomi yang baik, dapat terlihat dari terserapnya angkatan ketenagakerjaan pada Februari 2024. Airlangga mengatakan, jumlah orang bekerja naik 3,55 juta orang menjadi 142,18 juta orang.

Selanjutnya, pengangguran turun 800.000 menjadi 7,2 juta orang per Februari 2024 dari 7,99 juta orang per Februari 2023. Lalu, terjadi peningkatan pekerja formal yang tumbuh menjadi 40,83 persen dari 39,88 persen.

"Pengangguran berkurang hampir 800 ribu dibandingkan 2023 menjadi 7,2 juta orang dan pekerja formal menjadi 40 persen 40,8 lebih tinggi dari Februari 39,8," kata Airlangga.

Ke depan Airlangga pun mengatakan ekonomi global diproyeksikan stabil, meski masih ada konflik antar negara seperti di Palestina, Rusia-Ukraina.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya