Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Israel Gerebek Kantor Cabang Al Jazeera di Nazareth, Sita Peralatan Siaran

JUMAT, 10 MEI 2024 | 13:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tidak cukup dengan melarang operasi kantor berita Al Jazeera, Israel kini mengerebek kantor cabang mereka di Nazareth.

Mengutip Israel Times pada Jumat (10/5), penggerebekan itu dilakukan oleh inspektur kepolisian di bawah perintah Kementerian Komunikasi pada Kamis (9/5).

Dikatakan bahwa peralatan yang dirancang untuk siaran langsung seperti kamera, transceiver TVU, tripod dan perangkat audio telah disita selama penggerebekan.


Menteri Komunikasi Shlomo Karhi mengonfirmasi aksi penggeledahan Al Jazeera. Dalam postingan di X, dia menegaskan bahwa kantor berita yang berbasis di Qatar itu dilarang karena menjadi corong bagi Hamas.

“Israel tidak akan membiarkan Hamas menyiarkan dari sini,” cuit Karhi.

Akhir pekan lalu, pemerintah Israel dengan suara bulat memutuskan menutup Al Jazeera selama 45 hari, sesuai dengan undang-undang yang disahkan oleh Knesset pada bulan April.

“Wartawan Al Jazeera telah merugikan keamanan Israel dan menghasut tentara IDF,” kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam siaran pers bersama setelah pengumuman penutupan.

Netanyahu dan Karhi sama-sama mengklaim bahwa Al Jazeera telah membahayakan keamanan nasional Israel, namun pemerintah belum merilis buktinya.

Al Jazeera merespons keputusan Israel sebagai tindakan kriminal dan mengatakan tuduhan bahwa mereka mengancam keamanan nasional adalah kebohongan yang berbahaya dan konyol.

“Penindasan Israel terhadap kebebasan pers untuk menutupi kejahatannya dengan membunuh dan menangkap jurnalis tidak menghalangi kami untuk melaksanakan tugas kami,” kata Al Jazeera dalam sebuah pernyataan.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya