Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Turun Rp67 Triliun, Cadangan Devisa RI Jadi Rp2.188 Triliun per April 2024

KAMIS, 09 MEI 2024 | 11:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Cadangan devisa RI tercatat berada di posisi 136,2 miliar dolar AS atau senilai Rp2.188 triliun per April 2024.

Cadangan tersebut turun sekitar 4,2 miliar dolar AS (Rp67 triliun) dibandingkan cadangan pada Maret lalu sebesar 140,4 miliar dolar AS.

Bank Indonesia (BI) dalam keterangannya pada Rabu (8/5) menjelaskan bahwa penurunan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.


Selain itu, penurunan cadangan devisa juga dipicu kebutuhan stabilisasi nilai tukar rupiah, seiring dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global yang juga ikut mengikis devisa negara.

Meski demikian, BI menegaskan bahwa cadangan devisa aman, karena nilai tersebut masih setara dengan pembiayaan 6 bulan impor.

Cadangan tersebut juga dinilai berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,  dan masih cukup untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Fadjar Majardi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (9/5).

Cadangan devisa ke depan, kata Fadjar diyakini akan tetap memadai, yang didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi nasional yang terjaga.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya