Berita

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden/Net

Dunia

Biden Ngaku Senjata AS Dipakai Israel Serang Rafah

KAMIS, 09 MEI 2024 | 09:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Senjata dan bahan peledak yang dikirimkan Amerika Serikat ke Israel telah dipakai untuk membombardir kota Rafah, Gaza.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Presiden AS, Joe Biden dalam sebuah wawancara dengan CNN pada Rabu (8/5).

Biden mengancam akan menghentikan pengiriman pasokan senjata Israel, jika mereka benar-benar melanjutkan rencananya menginvasi Rafah.


Bersamaan dengan itu, Biden mengakui bahwa senjata-senjata yang dipasok AS pernah digunakan untuk menyerang Rafah selama perang melawan Hamas tujuh bulan terakhir.

"Saya tegaskan bahwa jika mereka masuk ke Rafah, saya tidak akan memasok senjata yang pernah digunakan dalam sejarah untuk menghadapi Rafah," tegas Biden.

Menurut Biden, sikap tegas itu diambil karena senjata AS di Israel telah mengakibatkan terbunuhnya ribuan warga sipil.

“Warga sipil telah terbunuh di Gaza sebagai akibat dari bom-bom tersebut dan cara-cara lain yang mereka lakukan untuk menyerang pusat-pusat pemukiman,” ungkap dia.

Seorang pejabat senior AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa Washington telah meninjau dengan cermat pengiriman senjata yang mungkin digunakan di Rafah.

Dikatakan bahwa senjata yang mungkin disetop terdiri dari 1.800 bom seberat 2.000 pon (907 kg) dan 1.700 bom seberat 500 pon.  bom.

Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, awal pekan ini menyebut keputusan Washington untuk menunda pengiriman sangat mengecewakan  meskipun ia tidak yakin AS akan berhenti memasok senjata ke Israel.

Israel pekan ini melancarkan serangan ke Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mengungsi. Tetapi Biden tidak menganggap serangan itu sebagai invasi skala penuh seperti yang dijanjikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, karena tidak menyerang pusat populasi.

Amerika Serikat sejauh ini merupakan pemasok senjata terbesar ke Israel, dan mereka mempercepat pengirimannya setelah perang melawan Hamas dimulai 7 Oktober lalu.

Pada tahun 2016, pemerintah AS dan Israel menandatangani Nota Kesepahaman yang berisi kesepakatan untuk memberikan bantuan militer sebesar 38 miliar dolar AS selama 10 tahun, hibah sebesar 33 miliar dolar AS untuk membeli peralatan militer, dan 5 miliar dolar AS untuk sistem pertahanan rudal.  

Bulan lalu, kongres AS menyetujui pendanaan tambahan sebesar 26 miliar dolar AS untuk Israel.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya