Berita

Mantan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin/RMOL

Hukum

KPK Ultimatum Azis Syamsuddin

RABU, 08 MEI 2024 | 19:33 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan pemerasan di Rutan KPK tidak diindahkan mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin.

Azis yang sejatinya dipanggil hari ini untuk diperiksa sebagai saksi KPK memilih mangkir.

"Sampai tadi sore Pak Azis Syamsuddin tidak ada keterangan (alasan tidak hadir)," kata Jurubicara KPK, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).


Atas dasar itu, lembaga antirasuah mengultimatum Azis untuk kooperatif hadir pada pemanggilan berikutnya pada pekan depan.

"Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan internal KPK yang bersih, khususnya di Rutan Cabang KPK untuk menemukan titik lemah sistem sehingga dilakukan perbaikan," pungkas Ali.

Azis dijebloskan ke penjara sejak tahun 2022 silam setelah terjerat perkara korupsi Pasal 5 Ayat 1 UU 31/1999 dan mulai ditahan KPK dalam kasus suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain sejak 24 September 2021.

Azis kemudian bebas dari Lapas Klas I Tangerang pada 18 Agustus 2023 setelah mendapatkan Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat.

Sementara itu, kasus pungli di Rutan KPK disebut telah terjadi terstruktur sejak 2019. Besaran uang pungli yang didapat bahkan mencapai Rp 6,3 miliar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya