Berita

Herman HN saat mengembalikan berkas pencalonan dirinya sebagai calon Gubernur Lampung ke Partai Demokrat, Rabu (8/5)/RMOLLampung

Politik

Pilkada Lampung 2024

3 Kali Jadi Cagub, Herman HN: InsyaAllah Kali Ini Menang

RABU, 08 MEI 2024 | 13:17 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tak ada kata menyerah bagi Ketua DPW Nasdem Lampung, Herman HN, untuk bisa menjadi Gubernur. Setelah 2 kali maju menjadi cagub dan gagal, Herman HN tetap percaya diri untuk sebagai Cagub Lampung pada Pilkada 2024.

Keyakinan itu ditunjukkan Herman HN dengan mengembalikan berkas pendaftaran sebagai Cagub Lampung ke PAN dan Demokrat, Rabu (8/5). Herman HN mengajak PAN dan Demokrat mendukungnya dalam Pilgub Lampung 2024.

Dituturkan Herman, koalisi dirinya dengan PAN sudah dimulai sejak pencalonan pertamanya pada Pilkada 2014.


Herman HN yang saat itu masih jadi kader PDIP tak mendapatkan rekomendasi partainya, dan tetap maju didampingi Zainuddin Hasan dari PAN sebagai Cawagub.

Akan tetapi, koalisi dengan PAN sempat macet saat dirinya mencalonkan diri kedua kali sebagai Cagub Lampung pada Pilkada 2018. Saat itu, Herman HN berpasangan dari Sutono dan hanya diusung PDIP.

"Tapi yang macet jangan dibahas lagi, semoga ke depan PAN bisa bareng Nasdem. Dan bisa menang," ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (8/5).

Dia tetap optimistis meski ini adalah kali ketiganya mencalonkan diri. Dirinya yakin kali ini akan menang di Pilgub 2024. Dia lantas mencontohkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan presiden terpilih Prabowo Subianto yang menang pada pencalonan ketiga.

"Jangan sampai (kalah) tiga kali. Khofifah tiga kali, Prabowo tiga kali, dan kita tiga kali, InsyaAllah kali ini menang," tegas Wali Kota Bandar Lampung dua periode ini.

Saat menyerahkan berkas di Demokrat, Herman mengatakan tidak perlu memborong banyak partai. Kapan perahu cukup, langsung berlayar. Menurutnya, lebih baik memborong suara rakyat, daripada memborong partai.

"Kita ingin membangun daerah dan tentunya memakmurkan rakyat. Seperti di Bandar Lampung, di mana pendidikan dan kesehatan gratis. Termasuk pertanian, tidak ada lagi pupuk terlambat maupun harga komoditi yang anjlok,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya