Berita

Skuad Garuda Muda kembali harus melakukan adaptasi suhu saat berada di Paris untuk menjalani laga playoff Olimpiade 2024 melawan Guinea/PSSI

Sepak Bola

Shin Tae-yong Akui Garuda Muda Alami Sedikit Masalah

SELASA, 07 MEI 2024 | 17:15 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Menjaga kebugaran menjadi fokus pelatih Tim U-23 Indonesia, Shin Tae-yong, jelang laga hidup mati melawan Guinea untuk memperebutkan tiket terakhir menuju Olimpiade 2024 pada Kamis nanti (9/5).

Selain karena kelelahan usai melakoni Piala Asia U-23 yang sangat menguras stamina, Witan Sulaeman cs juga menjalani perjalanan cukup jauh dari Doha ke Paris pada Senin kemarin (6/5).

"Karena letih jadi hanya latihan pemulihan fisik dan taktik sebentar. Memang kemarin kita perjalanan lumayan jauh," kata Shin, dikutip laman resmi PSSI, Selasa (7/5).


"Seperti yang Anda lihat. Jadi semua menggunakan jaket yang tebal, suhu lumayan dingin. Yang paling penting sebenarnya kontrol kondisi pemain. Jadi secara psikologis mulai capek, mulai lelah. Yang penting kita bisa kontrol kondisi pemain agar tetap bugar," sambungnya.

Pelatih asal Korea Selatan ini menambahkan, keberangkatan ke Paris memang sengaja dijadwalkan jauh-jauh hari. Ini dilakukan agar pemain memiliki adaptasi dengan cuaca yang cukup. Pasalnya perbedaan suhu antara Doha dan Paris memang sangat lebar.

Saat melakoni putaran final Piala Asia U-23 di Doha, skuat Garuda Muda harus menghadapi cuaca sangat panas sekitar 35 derajat celsius. Namun, suhu di Paris saat ini justru relatif dingin, sekitar 12 derajat celcius. Sehingga adaptasi pemain terhadap cuaca harus dilakukan jauh-jauh hari.’

"Jadi memang ada kesulitan masalah makanan dan tidur. Karena kita juga buru-buru pesan hotel dan lain-lain, karena baru bisa dilakukan setelah selesai pertandingan kemarin di Doha. Jadi ada masalah sedikit,’’ tuturnya.

Tak hanya itu, Shin Tae-yong juga mengeluhkan lapangan tempat berlatih, Stade de Lagrange, yang dinilainya kurang representatif.

"Memang di bawah standar. Tidak seperti di Doha, tetapi katanya di sini yang rumputnya paling baik. Jadi mau tidak mau kita harus adaptasi dengan situasi dan kondisi di sini," tandasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya