Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

BPS: Pengangguran di Indonesia Tembus 7,2 Juta Orang

SELASA, 07 MEI 2024 | 09:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2024 tercatat mencapai 7,2 juta orang.

Meskipun jumlahnya masih tinggi, namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat penurunan sebesar 790 ribu orang dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

PLT Kepala BPS Amalia Widyasanti dalam laporannya mengatakan tingginya angka pengangguran disebabkan oleh tidak terserapnya seluruh angkatan kerja yang muncul di pasar tenaga kerja.


"Dari angkatan kerja tersebut tidak semuanya terserap di pasar kerja sehingga terdapat pengangguran sebanyak 7,2 juta orang," ujar Amalia dalam konferensi pers, Senin (6/5).

Menurutnya, dari total 214 juta penduduk usia kerja di Indonesia, hanya ada 142,18 juta orang yang berhasil terserap dalam pasar kerja.

Lebih lanjut kepala BPS itu melaporkan bahwa jumlah pengangguran pada Februari 2024 ini menjadi yang terendah sejak Februari 2020, dengan mengalami penurunan ke 6,93 juta atau 4,94 persen.

Adapun dari jumlah penduduk yang bekerja, sebanyak 142,18 juta orang, terdiri dari pekerja penuh waktu sebanyak 93,27 juta orang, paruh waktu 36,8 juta orang, dan setengah pengangguran 2,11 juta orang.

Sementara itu, laki-laki masih mendominasi sebesar 84,02 persen dalam data tenaga kerja, dan pekerja perempuan mencapai 55,41 persen tenaga kerja.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya