Berita

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi/Net

Dunia

Di Forum OKI, Menlu RI Tolak Hubungan Diplomatik Israel Sampai Palestina Merdeka

MINGGU, 05 MEI 2024 | 11:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Komitmen Indonesia untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina di forum-forum Internasional terus dilakukan.

Dalam forum KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Gambia pada Sabtu (4/5), Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi Palestina.

"Selama 7 bulan terakhir, kita telah menyaksikan kekejaman terburuk dalam sejarah modern. Lebih dari 34 ribu warga Palestina dibunuh oleh Israel yang merupakan genosida," ujar Retno.


Menlu juga menyoroti ancaman serangan darat Israel di Rafah dan kegagalan Dewan Keamanan PBB memasukkan Palestina dalam keanggotaan.

Menurut Menlu, OKI masih berutang kemerdekaan pada Palestina sehingga persatuan dalam organisasi itu harus diperkuat guna membela keadilan dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

"Saya ingin mengingatkan kita akan Inisiatif Perdamaian Arab dan keputusan OKI bahwa perdamaian dengan Israel hanya akan mungkin terjadi jika Israel mengakhiri pendudukannya atas Palestina," tegas Menlu.

Dia juga mendesak agar seluruh anggota OKI tetap pada sikapnya untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel hingga Palestina merdeka.

"Tanpa kemerdekaan bagi Palestina, tidak akan ada hubungan diplomatik. Pesan dan keputusan itu harus dipertahankan," tuturnya.

Menlu memaparkan tiga langkah yang bisa dilakukan OKI untuk Palestina.

Pertama, untuk mempertahankan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza, OKI harus segera mengaktifkan Jaring Pengaman Keuangan Islam yang telah disepakati bersama.

Kedua, terus mendorong gencatan senjata untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi negosiasi yang adil menuju solusi dua negara.

Terakhir yakni mencegah eskalasi lebih lanjut. Di mana OKI harus berkontribusi pada perdamaian, bukan memperburuk krisis.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya