Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Hapus Kesenjangan, Prabowo Diusulkan Terapkan Redistribusi Pendapatan Buruh Lewat Saham

SABTU, 04 MEI 2024 | 18:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden terpilih Prabowo Subianto mendapat usulan untuk merombak strategi menghapus kesenjangan sosial, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas masih berstatus buruh.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Darwin Z. Saleh menyampaikan usulan tersebut, dalam merespon perkembangan kesenjangan sosial di tanah air.

Dia mengungkapkan, kesenjangan sosial terlihat dari penambahan 15 juta orang bekerja di sektor informal pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo.


"Dibanding era SBY hanya 3 juta jiwa (orang bekerja di sektor informal). Artinya, pembangunan ekonomi saat ini tidak mampu menyerap pertumbuhan tenaga kerja," ujar Darwin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/5).

Dia menjelaskan, jumlah pekerja sektor informal selalu di kisaran 60 persen. Hal itu disebabkan sektor formal hanya mampu menyerap tenaga kerja sekitar 1 jutaan per tahun.

"Maka diperkirakan 1,6 juta atau lebih terserap di sektor informal. Ini merupakan fenomena kedhuafaan, ini sebuah potret kemiskinan kita," tuturnya.

Menurutnya jika Indonesia ingin beralih menjadi negara maju, maka seharusnya jumlah tenaga kerja di sektor informal di kisaran 30 persen.

Untuk mencapai standar tersebut, Darwin mengusulkan langkah alternatif kepada Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2024, yaitu menerapkan sistem redistribusi pendapatan bagi buruh.

Redistribusi pendapatan merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pendistribusian kembali pendapatan milik masyarakat yang berkecukupan kepada masyarakat yang kurang mampu.

Dengan cara itu, Darwin meyakini kesenjangan sosial bagi pekerja informal dapat teratasi, di samping juga diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan cara dilakukan pelatihan-pelatihan dan pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) besar-besaran, karena selama berlangsung otonomi daerah BLK kurang dimajukan.

"Kesenjangan sosial dapat diatasi jika kekuatan buruh cukup kuat, sebab mengharapkan peranan partai politik akan sia-sia. Itupun jika presiden terpilih memihak. Budaya bangsa yang kurang kritis dan penakut (soft culture) membuat "bargaining" rakyat lemah," ucapnya.

Jika buruh kuat dan presiden mendukung strategi redistribusi pendapatan, maka upaya menghapus kesenjangan sosial yang masih tinggi dapat dilakukan.

Namun, Darwin mengusulkan satu metode redistribusi pendapatan yang dia kira dapat berefek positif secara perlahan pada perekonomian buruh.

"Dalam sektor energi, misalnya, pada setiap perpanjangan kontrak ladang minyak, maka sebagian saham untuk buruh dapat diberikan oleh Menteri ESDM, atas nama Presiden," katanya.

"Salah satu pendekatan sosialistik, secara teoritis, dalam menghilangkan kesenjangan adalah melalui perombakan kepemilikan aset nasional," demikian Darwin menambahkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya