Berita

Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Negara Inggris Urusan Eropa Nusrat Ghani, di Markas OECD Paris/Ist

Global

Inggris Tegaskan Dukung Proses Aksesi Indonesia di OECD

SABTU, 04 MEI 2024 | 00:41 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Negara Inggris Urusan Eropa Nusrat Ghani, di Markas OECD Paris, Jumat (3/5).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ghani menegaskan ahwa Inggris menyatakan dukungan terhadap proses aksesi Indonesia di Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Airlangga mengatakan, Indonesia telah banyak mengadopsi standar OECD diberbagai sektor, termasuk finansial, karena Indonesia juga merupakan anggota Financial Action Task Force (FATF).


Terkait isu bilateral, Menteri Ghani meminta Indonesia untuk ikut dalam rantai pasok industri otomotif di Inggris melalui kerja sama sektor ekstraktif.

Inggris juga mengharapkan partisipasi Indonesia dalam Wilton Park Conference on Critical Minerals yang akan berlangsung di bulan Mei 2024.

Di sisi lain, di sektor pertanian, Airlangga berharap agar Inggris dapat mengedepankan praktik dagang yang inklusif dengan mengikuti standar yang telah ada dan berlaku global, seperti RSPO untuk sektor kelapa sawit.

Airlangga menekankan bahwa kelapa sawit adalah sektor strategis dan penting bagi petani sawit kelas kecil (smallholders) yang berjumlah sekitar 2.6 juta orang di Indonesia.

Terkait hal ini, Indonesia meminta Inggris untuk menggunakan mekanisme FACT Dialogue untuk mencapai kesepakatan yang bermanfaat bagi para petani dan produsen sawit di Indonesia.

Pada pertemuan tersebut Menko Airlangga didampingi oleh Wakil Menteri Perdagangan, Sekretaris Kemenko Perekonomian, serta Asdep Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya