Berita

Pemilik Starlink, Elon Musk/Net

Bisnis

Pemerintah: Internet Garapan Elon Musk Menjangkau Titik Buta

JUMAT, 03 MEI 2024 | 17:26 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk, Starlink diyakini bisa menjangkau banyak daerah di Indonesia yang belum tersentuh internet.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, saat ini Indonesia sudah menandatangani kesepakatan dan lisensi bersama Starlink untuk mengoperasikan layanannya di Indonesia.

"Saya sudah berbicara dengan Elon. Kami akan melakukan sesuatu, namun belum secara resmi kami umumkan. Saya rasa, kami akan mengumumkan hal itu di Bali secepatnya," kata Luhut dalam acara "Jakarta Future Forum: Blue Horizons, Green Growth" di Jakarta pada Jumat (3/5).


Luhut membocorkan, Starlink akan segera diluncurkan di Indonesia dalam dua pekan ke depan atau pada pertengahan Mei 2024.

Sebagai penyelenggara telekomunikasi baru di dalam negeri, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi menjamin keberadaan Starlink tidak akan merusak ekosistem milik penyelenggara jasa internet (PJI) lokal yang sudah lebih dulu beroperasi di Indonesia.

"Nantinya cakupan layanan Starlink akan lebih banyak menjangkau area yang selama ini memiliki tantangan geografis dan tak tersentuh PJI lokal karena teknologinya yang berbasis satelit yaitu satelit low earth orbit (LEO)," kata Budi.

Selain itu, Starlink sendiri juga berencana melakukan uji coba jaringannya di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada pertengahan Mei mendatang, dan akan beroperasi secara keseluruhan pada tahun ini.

"(Pasti beroperasi penuh) tahun ini. Kami begini di satu sisi ingin meningkatkan kecepatan internet, tapi juga kami punya concern pemerataan. Karena kan banyak daerah di ujung-ujung itu sulit ya," tutur Budi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya