Berita

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono/Ist

Bisnis

Ekspor BBL Dinilai Jadi Upaya Trenggono Incar Jabatan Menteri KP Lagi

SENIN, 29 APRIL 2024 | 20:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kebijakan membuka kembali ekspor benih bening lobster (BBL) inilai sebagai bentuk upaya Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mempertahankan jabatannya.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Nelayan Lobster Indonesia (ANLI) Rusdianto Samawa dalam keterangannya, Senin (29/4).

“Kali ini Menteri KP Trenggono mau melanjutkan kebijakan ekspor benih lobster. Pertimbangannya, Partai Gerindra sebagai pemenang pilpres termasuk setuju dengan ekspor BBL. Rezim ekspor BBL ada pada pemenang pilpres 2024. Menteri KP melanjutkan ekspor BBL karena membaca arah kebijakan ke depan supaya aman jabatan menteri,” ujar Rusdianto.


Menurut dia, Menteri Trenggono sejak awal menjabat dilantik, juga menolak ekspor BBL. Karena di internal KKP di dominasi oleh rezim budidaya.

“Namun program budidaya (lobster); penangkapan ikan terukur dan shrimp estate sebagai proyek besar terindikasi gagal total,” imbuhnya.

Sehingga, ekspor BBL dilanjutkan karena dinilai banyak pengusaha yang melakukan black market atas alasan budidaya.

“Misalnya BBL hanya bisa antar provinsi (domestik) tak bisa keluar dari NKRI. Namun, pintarnya pengusaha yang black market yakni memasang keramba apung di Batam untuk menampung BBL dari seluruh Indonesia. Kemudian, dari Batam diselundupkan ke Vietnam,” bebernya.

Rusdianto merupakan tokoh yang sepakat dengan ekspor BBL sejak awal guna mendongkrak kesejahteraan nelayan lobster.
 
“Dari 2017, saya berjuang ekspor benih lobster. Saya sudah katakan, cara menutup penyelundupan ilegal dan black market adalah ekspor benih lobster supaya negara mendapat keuntungan lewat PNBP dan nelayan bisa terangkat kesejahteraan,” jelas dia.

Selanjutnya, Menteri Edhy Prabowo mencoba hal tersebut. Kebijakan Edhy Prabowo menurut dia sangat bagus saat itu.

“Namun, setelah dievaluasi, kekurangan kebijakan Edhy Prabowo tidak didukung oleh aturan PNBP yang dikeluarkan oleh Menkeu (Menteri Keuangan),” jelasnya lagi.

Masih kata Rusdianto, Menkeu menahan dan menunda aturan PNBP tersebut. Karena ada perlawanan dari kelompok penolak ekspor yakni mantan Menteri KKP yang mengajak sejumlah netizen, politisi, media bahkan doktrin merusak lingkungan.

“Sebenarnya, kelompok penolak ekspor BBL ini adalah kelompok penikmat jerih payah hasil penyelundupan yang dilakukan masyarakat di backup aparat, selundup via drone ke Vietnam, transaksi di tengah Laut, serta modus lainnya,” ungkapnya.

“Banyak benih lobster ditangkap aparat. Itu hanya sindikat sandiwara. Pertama ingin tunjukan aparat penegakan hukum. Kedua, tidak tahu BBL itu di mana setelah ditangkap,” tandas Rusdianto.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya