Berita

Ketua Majelis Prodem Iwan Sumule/Net

Politik

Iwan Sumule: Tuduhan Pemilu Curang Tampak Hanya Pentas Demokrasi Komika

KAMIS, 25 APRIL 2024 | 18:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tuduhan kecurangan yang santer terdengar selama Pemilu 2024, nyatanya hanya dagelan dari komedi para elite-elite politik Indonesia.

Begitu dikatakan Ketua Majelis Prodem Iwan Sumule mengomentari momen politik terkini setelah penetapan KPU RI atas kemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Dikatakan Iwan Sumule, tuduhan curang tidak lebih hanya lelucon politisi yang menipu masyarakat dan pendukungnya.


"Tuduhan pemilu curang tampak hanya pentas demokrasi komika, rakyat dan para pendukung terkelabui," ujar Iwan Sumule dalam cuitan di akun X, Kamis (25/4).

Menjadi lelucon, kata Iwan, setelah partai politik berbondong-bondong melakukan pendekatan dan menyampaikan keinginan menjadi bagian pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sinyal bergabung setidaknya disampaikan PKB ketika menyambut kunjungan Prabowo, Rabu (24/4). Belum lagi, PDIP yang mensinyalkan segera terjadi pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo.

"Ingin jadi bagian dari pemerintahan yang pernah dituduh dan digugat sebagai hasil dari kecurangan pemilu bak lelucon menjijikkan di pentas komika," kata Iwan.
 
Dia berharap, perubahan yang didengung-dengungkan saat pemilu, tidak sirna akibat perilaku elite-elite parpol yang menjijikkan.

"Lebih menjijikkan lagi jika Banteng Ketaton memilih ikut menjadi bagian dari pemerintahan yang pernah digugat sebagai hasil dari kecurangan pemilu," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya