Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Netanyahu Siap Lawan Sanksi AS terhadap IDF

SENIN, 22 APRIL 2024 | 13:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap unit militer Israel (IDF), tidak bisa diterima dengan mudah oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (22/4), Netanyahu menegaskan bahwa dirinya akan melawan sanksi apapun yang dijatuhkan pada pasukan pertahanannya.  

“Jika ada yang berpikir mereka bisa menjatuhkan sanksi pada unit IDF. Saya akan melawannya dengan seluruh kekuatan saya,” tegasnya, seperti dimuat Reuters.


Situs berita Axios melaporkan bahwa Washington berencana menjatuhkan sanksi terhadap batalion Netzah Yehuda Israel atas sejumlah pelanggaran yang mereka lakukan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

IDF membantah klaim AS dan mengatakan batalyon Netzah Yehuda merupakan unit tempur aktif yang beroperasi sesuai prinsip hukum internasional.

Mereka juga bersedia melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk meninjau ulang sanksi yang dijatuhkan AS.
   
“IDF tidak mengetahui masalah ini. Jika keputusan sudah diambil mengenai masalah ini, maka akan ditinjau kembali. IDF bekerja dan akan terus berupaya menyelidiki kejadian yang tidak biasa dengan cara yang praktis dan sesuai hukum,” kata IDF dalam sebuah pernyataan.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya