Berita

Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu/Net

Global

Pemilu Maladewa Dibayangi Persaingan Pengaruh China-India

MINGGU, 21 APRIL 2024 | 17:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Warga Maladewa berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara untuk mengikuti pemilihan legislatif hari Minggu (21/4).

Ketua Pemilu Maladewa, Fuad Thaufeeq mendesak 284.663 pemilih yang memenuhi syarat untuk memberikan suara mereka lebih awal, karena TPS hanya akan dibuka selama sembilan setengah jam.

Mengutip AFP, hasil dari pemilu legislatif Maladewa akan menentukan peningkatan pengaruh antara China dan India di negara tersebut.


Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu memiliki kebijakan yang cenderung mendekat pada China.

Tampak jelas selama kampanye pemilu berlangsung, Muizzu memberikan kontrak infrastruktur besar kepada perusahaan-perusahaan milik negara China.

Muizzu yang baru dilantik September tahun lalu sedang berusaha mengusir 89 tentara India yang ditugaskan di perbatasan maritim Maladewa yang luas.

Sementara parlemen saat ini didominasi oleh Partai Demokrat Maladewa (MDP) yang pro-India, dipimpin oleh pendahulu Muizzu, Ibrahim Mohamed Solih.

Solih yang pro-India berusaha menyeimbangkan kebijakan Maladewa yang terlalu China di bawah kekuasaan Muizzu.

Perpecahan di semua partai politik utama, termasuk Kongres Nasional Rakyat (PNC) pimpinan Muizzu, diperkirakan akan mempersulit partai mana pun untuk memenangkan mayoritas.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya