Berita

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, dalam Diskusi Publik Ekonom Perempuan Indef virtual, pada Sabtu (20/4)/Repro

Global

Konflik Geopolitik di Timteng Diprediksi Pengaruhi Harga Bahan Pangan dan Transportasi Dalam Negeri

SABTU, 20 APRIL 2024 | 21:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Konflik geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah (Timteng) diyakini akan merambat pada sejumlah masalah di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan bahwa konflik antara Iran dan Israel dapat mempengaruhi pasokan dan melonjaknya harga minyak dunia.

“Ketika ada perang di Timteng maka yang dikhawatirkan adanya keterbatasan supply minyak karena perang orang mau ekspor sulit,” kata Esther dalam Diskusi Publik Ekonom Perempuan Indef virtual, pada Sabtu (20/4).


Esther menjelaskan bahwa Timteng sendiri merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia, di mana Indonesia sendiri bergantung pada pasokan minyak dengan kebutuhan 3,45 juta barel per bulan.

Sehingga perang tersebut diyakini dapat membuat harga transportasi meningkat, hingga berdampak pada kenaikan harga barang.

“Ketika supply terbatas maka ada kenaikan harga minyak, padahal kita tau itu komponen dari biaya transportasi dan kalau itu naik maka hal ini akan berdampak kenaikan harga barang,” jelasnya.

Menurut Esther, saat ini konflik itu sendiri tengah mempengaruhi pelemahan mata uang rupiah yang kini bertengger di atas Rp16.000 per dolar AS.

Pelemahan itu, kata Esther, diprediksi akan berdampak pada kenaikan pengeluaran ibu rumah tangga Indonesia akibat lonjakan harga bahan pokok impor.

Pasalnya sejumlah bahan pokok seperti beras, tempe, maupun kacang kedelai yang menjadi kebutuhan sehari-hari para IRT itu mayoritas diperoleh melalui impor.

“Beras, tempe, soybean dari juga merupakan impor dan lain lain. Nah ini kalau untuk ibu-ibu pasti kalau harga-harga di pasar naik, pasti kan teriak-teriak ya,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya