Berita

Petugas tengah mengevakuasi seorang anak saat terjadi banjir lahar dingin Semeru di Lumajang, Kamis malam (19/4)/RMOLJatim

Nusantara

Banjir Lahar Dingin Semeru Rusak Rumah Warga dan Jembatan Desa

JUMAT, 19 APRIL 2024 | 08:40 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

Banjir lahar dingin Gunung Semeru melanda sejumlah daerah aliran sungai (DAS), Kamis malam (18/4), hingga membuat sejumlah rumah warga dan jembatan desa rusak.

Penjabat Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, mengatakan, pihaknya merespons cepat dan serius terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, terutama daerah aliran sungai di Gunung Semeru.

"Keselamatan jiwa jadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini," kata Indah Wahyuni dalam keterangan tertulis, Jumat (19/4).


Saat ini Pemkab Lumajang sudah menyediakan tempat pengungsian yang aman, serta memastikan kebutuhan dasar terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Pemkab Lumajang juga telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera membuka posko darurat, bila kondisi belum terkendali.

"Langkah-langkah tanggap bencana yang cepat dan tepat sudah kami ambil, untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan," katanya, seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJatim.

Selain merusak rumah-rumah warga karena ketinggian air mencapai lebih dari satu meter, banjir lahar dingin juga menyebabkan kerusakan infrastruktur publik, seperti jembatan penghubung Desa Gondoruso dan Desa Kloposawit.

"Semoga langkah-langkah yang diambil pemerintah dapat membantu masyarakat segera pulih dari dampak bencana ini, serta meminimalkan kerugian," katanya.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya fokus menyelamatkan jiwa warga, sebelum ke masalah infrastruktur.

"Orangnya dulu kita selamatkan, baru infrastruktur," tukasnya.

Banjir lahar dingin itu disebabkan curah hujan yang tinggi sejak Kamis (18/4) pagi, hingga mengakibatkan sejumlah kecamatan terendam banjir, seperti Pronojiwo, Tempursari, Candipuro, Pasirian, Pasrujambe, Lumajang, Sukodono, dan Kedungjajang.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya