Berita

Presiden Venezuela, Nicolás Maduro/Net

Global

Tunjukkan Solidaritas pada Meksiko, Venezuela Ikutan Tutup Kedubes di Ekuador

RABU, 17 APRIL 2024 | 12:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Untuk menunjukkan dukungan dan solidaritas kepada Meksiko, pemerintah Venezuela memutuskan menutup kantor kedutaan dan konsulat mereka yang ada di Ekuador.

Kebijakan itu diambil menyusul aksi penggerebekan yang dilakukan otoritas keamanan Ekuador di Kedutaan Besar Mesiko di Quito.

Presiden Venezuela, Nicolás Maduro telah mengeluarkan perintah penutupan kantor diplomatik di Ekuador pada Selasa (16/4).


Maduro mengatakan, semua personil diplomatik telah diminta kembali ke Venezuela sampai kasus hukum Ekuador dan Meksiko selesai.

Dia dengan tegas mengecam keras aksi penggerebekan otoritas Ekuador di gedung kedubes Meksiko karena melanggar Perjanjian Wina.

"Kecaman sudah bulat, total, mutlak. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang membela tindakan biadab ini," tegasnya.

Laporan Toronto News menyebut Kedutaan Besar Venezuela di Quito tampak tutup sejak Selasa (16/4).

Orang-orang yang berusaha mengurus dokumen tetap berada di luar, bersama dengan wartawan yang tidak bisa menghubungi staf kedutaan.

Di bawah kepemimpinan Maduro selama 11 tahun, lebih dari 7,7 juta warga Venezuela telah meninggalkan negara asal mereka, dan sebagian besar menetap di tempat lain di Amerika Latin dan Karibia. Ekuador merupakan negara dengan konsentrasi migran Venezuela terbesar keenam.

Pejabat Ekuador dan organisasi non-pemerintah yang membantu migran memperkirakan ada 475.000 warga Venezuela yang tinggal di Ekuador. Dari jumlah tersebut, lebih dari 231.000 orang tinggal secara permanen dan sah di sana.

Presiden Ekuador Daniel Noboa pada 6 April lalu memerintahkan pihak berwenang menggerebek Kedutaan Besar Meksiko untuk menangkap mantan Wakil Presiden Jorge Glas.

Glas sendiri merupakan seorang terpidana kriminal dan buronan yang telah tinggal di sana sejak Desember.

Meksiko memberinya suaka beberapa jam sebelum polisi menemukan Glas di kamar tidur dan menyeretnya keluar.

Segera setelah penggerebekan terjadi, Meksiko langsung memutuskan hubungan diplomatik dengan Ekuador dan menarik kembali misi diplomatiknya.

Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador bahkan membawa kasus itu ke Mahkamah Internasional (ICJ) dan menuntut agar PBB mengeluarkan Ekuador dari keanggotan sampai mereka melakukan permintaan maaf dan berjanji tidak mengulangi kesalahan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya