Berita

Dana Moneter Internasional (IMF)/Net

Bisnis

IMF: Ekonomi Global Stabil, Tumbuh 3,2 Persen di 2024 dan 2025

RABU, 17 APRIL 2024 | 08:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan perkiraan pertumbuhan global dengan mengatakan bahwa perekonomian telah terbukti sangat tangguh meskipun ada tekanan inflasi dan perubahan kebijakan moneter.

IMF pada Selasa (16/4) memperkirakan pertumbuhan global sebesar 3,2 persen pada tahun 2024, naik 0,1 poin persentase dari perkiraan sebelumnya pada bulan Januari dan sejalan dengan proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2023.

Pertumbuhan kemudian diperkirakan akan meningkat dengan kecepatan yang sama yaitu sebesar 3,2 persen pada tahun 2025.


Kepala ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa perekonomian global sedang menuju soft landing, menyusul serangkaian krisis ekonomi. Menurutnya, risiko terhadap prospek perekonomian saat ini secara umum sudah seimbang.

"Meskipun ada prediksi yang suram, perekonomian global masih sangat tangguh, dengan pertumbuhan yang stabil dan inflasi yang melambat hampir sama dengan kenaikannya," katanya, dikutip Rabu (17/4).

Pertumbuhan akan dipimpin oleh negara-negara maju, salah satunya Amerika Serikat yang sudah melampaui tren sebelum pandemi Covid-19. Demikian pula dengan negara-negara Eropa yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat.

Namun, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde telah mengutip perbedaan mencolok antara AS dan Eropa, yang menghadapi perlambatan pertumbuhan dan percepatan inflasi.

IMF mengatakan pihaknya melihat inflasi global turun dari rata-rata tahunan sebesar 6,8 persen pada 2023 menjadi 5,9 persen pada 2024 dan 4,5 persen pada 2025. Negara-negara maju kembali ke target inflasi mereka lebih cepat dibandingkan negara-negara emerging market dan berkembang.

"Ketika ekonomi global mendekati titik lemah (soft landing), prioritas jangka pendek bagi bank sentral adalah memastikan bahwa inflasi turun dengan lancar, dengan tidak melakukan pelonggaran kebijakan sebelum waktunya atau menunda terlalu lama dan menyebabkan penurunan target," kata Gourinchas.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya