Berita

Program Magister Ilmu Komputer (S2) Universitas Nusa Mandiri (UNM)/Ist

Nusantara

Program Magister UNM Mendukung Dunia Usaha dan Industri

SENIN, 15 APRIL 2024 | 17:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Universitas Nusa Mandiri (UNM) memiliki Program Magister Ilmu Komputer (S2) dengan misinya menciptakan penelitian berkualitas dan berinovasi di era digital.

Program ini dirancang untuk mendukung dunia usaha, industri, dan masyarakat dengan menyelenggarakan kegiatan penelitian yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rektor Universitas Nusa Mandiri (UNM), Prof. Dwiza Riana mengatakan, Program Magister (S2) UNM dirancang untuk menciptakan penelitian berkualitas dan inovasi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta industri dan masyarakat.


“Dengan memadukan teori dan praktik, program ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mampu menciptakan solusi inovatif dan berkelanjutan,” kata Dwiza dalam keterangan tertulis, Senin (15/4).

Dwiza menambahkan, Program Magister UNM juga mengedepankan kerja sama dengan dunia usaha dan industri dalam mendukung kegiatan penelitian dan inovasi.

Melalui kolaborasi yang erat antara universitas, industri, dan masyarakat, program ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan ilmiah dan teknologi yang ada dengan solusi yang berbasis penelitian dan inovasi.

"UNM berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga memiliki integritas dan dedikasi untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat di Indonesia,” kata Dwiza.



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya