Berita

Kapolres Batang, AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo, saat konferensi pers beberapa waktu lalu/RMOLJateng

Presisi

Korban Meninggal Musibah Rosalia Indah Tambah Satu

MINGGU, 14 APRIL 2024 | 16:00 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

Jumlah korban kecelakaan maut bus Rosalia Indah di Tol Batang Km 370A+200, beberapa hari lalu, kini bertambah jadi delapan orang.

Salah satu korban berinisial A, warga Bekasi, dinyatakan meninggal, setelah menjalani perawatan intensif di RSI Weleri Kendal.

Kabar bertambahnya korban itu dibenarkan Kapolres Batang, AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo, Minggu (14/4).


"Iya, ada yang meninggal lagi, satu. Kini sudah tidak ada yang (dirawat) di RSI Weleri Kendal," katanya, seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng.

Menurutnya, beberapa korban yang dirawat sudah dirujuk ke kampung halaman masing-masing. Namun dia berjanji terus mengabarkan perkembangan menyusul kecelakaan Rosalia Indah.

Sebelumnya, Polda Jateng mengatakan, identitas tujuh korban kecelakaan Rosalia Indah di Tol Batang sudah terverifikasi.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Bayu Satake, melansir, identitas tujuh korban meninggal, yakni Sumarno (45), warga Genukharjo RT 1/20 Wuryantoro (kondektur), Shaquina Banunga Zeeya Salsabila (1), warga Desa Tiripan Dusun Karokan RT 06/1 Brebeg, Nganjuk (non manifest).

Selanjutnya Moh Mahsun (46), warga Pekayon Jaya RT 2/4 Bekasi Selatan (kursi 8A), Masri'in (kursi 7A), Zifana (3), kursi 10C, Titik (kursi 1B), serta Aris Riski (kursi 4A).

Dijelaskan juga, kecelakaan tunggal Bus Rosalia Indah AD 7019 OA itu terjadi di Jalan Raya Tol KM 370 +200 Jalur A, masuk wilayah Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Jumlah penumpang ada 36 orang, terdiri dari 32 orang masuk manifest, dua orang tidak  masuk manifest, dan dua orang kru.

Korban luka berat ada satu orang, 19 orang luka-luka, dan ada yang lecet hingga fraktur.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya