Berita

Polisi berdiri di luar Masjid Yeni tempat jamaah Muslim datang untuk salat Idulfitri, di Thessaloniki pada Rabu, 10 April 2024/Net

Dunia

Pertama dalam Seabad, Yunani Buka Kembali Masjid Bersejarah untuk Perayaan Idulfitri

KAMIS, 11 APRIL 2024 | 15:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Masjid bersejarah di kota utara Thessaloniki, Yunani kembali dibuka pertama kalinya dalam satu abad untuk pelaksanaan salat Idulfitri.

Masjid bernama Yeni itu terakhir kali digunakan pada awal tahun 1920-an, sebelum perang antara Yunani dan Turki menyebabkan pertukaran populasi yang mengurangi populasi Muslim di kota tersebut.

Pada Rabu pagi (10/4), sekitar 100 orang berbondong-bondong datang untuk melaksanakan salat Idulfitri di masjid bersejarah tersebut.


“Kami beruntung masjid in dibuka kembali untuk kami,” kata Ismael Bedredin, pensiunan pembuat furnitur berusia 66 tahun, seperti dimuat Al-Arabiya.

Seorang mahasiswa ekonomi Turki berusia 23 tahun, bernama Ali mengaku bangga bisa berkesempatan salat di tempat bersejarah.

“Saya sudah tinggal di Thessaloniki selama empat tahun dan ini pertama kalinya saya diberi kesempatan untuk shalat bersama keluarga Muslim saya,” ujarnya.

Pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Yeni dijaga dengan pengawasan ketat dari kepolisian Yunani.

Masjid Yeni, dibangun pada tahun 1902 oleh arsitek Italia Vitaliano Poselli, pada saat itu digunakan oleh Donme, orang Yahudi yang secara lahiriah telah masuk Islam.

Bangunan dua lantai ini sempat digunakan pada tahun 1922 untuk menampung pengungsi Perang Yunani-Turki. Ini kemudian menjadi museum arkeologi dan galeri kota.

Yunani adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Kristen Ortodoks, dan tempat ibadah Muslim sebagian besar berada di Thrace, sebuah wilayah di timur laut dekat perbatasan Yunani-Turki.

Di Athena, jumlah umat Islam tidak seberapa sejak Perang Yunani-Turki, namun jumlah mereka meningkat selama krisis pengungsi tahun 2015.

Masjid baru resmi pertama di Athena dibuka pada November 2020, membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk menyelesaikannya setelah mendapat tentangan keras dari Gereja Ortodoks, serta dari kelompok nasionalis.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya