Berita

Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandaru/RMOLJabar

Politik

Koalisi Parpol Tak Terhindarkan pada Pilgub Jabar 2024

RABU, 10 APRIL 2024 | 01:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tak ada partai politik yang bisa secara mandiri mengusung calon pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2024. Sehingga koalisi menjadi pilihan utama seluruh parpol yang akan bertarung pada Pilgub Jabar mendatang.

"Di Jabar semua partai harus koalisi. Tidak ada partai yang cukup tiketnya," ucap Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jabar, Haru Suandharu saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Selasa, (9/4).

Diakui Haru, hingga saat ini belum ada koalisi yang sudah solid. Semua partai masih tahap penjajakan.


"Jadi PKS masih mungkin untuk berkoalisi dengan partai manapun," jelasnya.

Terkait sosok Gubernur mendatang, dia menuturkan, Jabar memerlukan sosok pemimpin yang memiliki visi yang kuat untuk menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat.

"Karena tantangan Jabar hari ini ke depan adalah masalah kesejahteraan rakyat," tutur Haru.

Masalah-masalah utama di Jabar antara lain kemiskinan ekstrem, stunting, pengangguran, harga sembako mahal, krisis air bersih, kesehatan, pendidikan, kemacetan, perumahan, bencana alam, dan lain-lain.

"Makanya butuh sosok pemimpin yang paham Jabar, paham masalah Jabar, paham potensi Jabar, paham budaya Jabar, mampu mensinergikan semua potensi, problem solver, dan merakyat," tegasnya.

Selain itu, dia menambahkan, pemimpin Jabar ke depan harus mampu membangun sinergitas dengan Pemerintahan Pusat maupun Kabupaten/Kota.

"Tidak bisa one man show," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya