Berita

Mantan Walikota Surabaya 2 periode, Tri Rismaharini/Net

Politik

Rekomendasi Risma Dinilai Akan Pengaruhi Kandidat pada Pilkada Surabaya 2024

SELASA, 09 APRIL 2024 | 03:28 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tak dipungkiri lagi, setelah mampu menjabat 2 periode sebagai Walikota Surabaya, Tri Rismaharini telah meninggalkan banyak kenangan manis di hati masyarakat Kota Pahlawan.

Kinerja walikota perempuan pertama di Surabaya tersebut mendapat apresiasi dari warga kota.

"Kalau saya lihat sih mungkin ada di beberapa sosmed, komentar seperti itu," ujar calon anggota DPRD Jatim terpilih periode 2024-2029, Fuad Benardi, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin (8/4).


Lebih lanjut putra sulung Tri Rismaharini tersebut mengatakan, fakta ini membuktikan kalau ibunya masih punya pengaruh dalam kontestasi Pilkada Surabaya.

"Cuma kan karena beliau sudah menjadi walikota dua periode, secara aturan ya tidak bisa maju lagi. Tapi kalau menurut saya, memang Bu Risma masih ada dalam hati dan pikiran masyarakat kota Surabaya," terangnya.

Di sisi lain, Fuad menjelaskan, kalaupun nanti Risma mendukung salah satu kandidat, masyarakat akan melihat kinerja dan sepak terjang sang calon untuk menentukan pilihannya.

"Jadi nantinya tetap calon yang akan berlaga di pilwali harus menampilkan kinerja maupun programnya sendiri. Kalaupun misalnya diendorse Bu Risma," jelasnya.

Fuad menambahkan, dalam menentukan calon yang akan direkomendasi PDIP dalam kontestasi Pilkada Surabaya, Ketua Umum PDIP dinilai akan mempertimbangkan saran dan masukan Risma.

"Apalagi beliau juga Ketua DPP PDI Perjuangan. Jadi memang untuk saran maupun dukungannya memang termasuk yang didengarkan, pada saat menentukan rekomendasi Pilwali Surabaya 2024," imbuhnya.

Saat disinggung, figur yang diminati Risma sebagai kontestan pada Pilkada Surabaya 2024, Fuad menegaskan belum ada.

"Sebagai kader, Risma akan mendukung siapapun calon yang diusung oleh PDIP di Pilkada Surabaya 2024," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya