Berita

Gambar yang dirilis HIzbullah menunjukkan drone Hermes 900 Israel ditembak jatuh pada Sabtu malam, 6 April 2024/Net

Dunia

Hizbullah Tembak Jatuh Drone Hermes 900 Israel

MINGGU, 07 APRIL 2024 | 11:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Diduga melanggar wilayah udara Lebanon, Drone Hermes 900 Israel ditembak jatuh oleh pasukan Hizbullah pada Sabtu malam (6/4).

Dalam sebuah pernyataan resminya, Hizbullah menjelaskan bahwa keberhasilan mereka melumpuhkan Hermes 900 Israel ditunjukkan untuk mendukung warga Palestina.

"Untuk mendukung ketabahan rakyat Palestina di Jalur Gaza dan (Perlawanan mereka terhadap Israel), para pejuang Hizbullah, pada pukul 08.50 (waktu setempat) menjatuhkan drone musuh bersenjata Hermes 900 di wilayah Lebanon," kata Hizbullah, seperti dimuat Al-Mayadeen.


Hermes 900, juga dikenal sebagai "Kochav", dirancang dan diproduksi oleh perusahaan teknologi keamanan Israel Elbit Systems dan digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, akuisisi target, pengintaian (ISTAR), dan pengintaian udara.

Kochav termasuk drone medium-altitude long-endurance (MALE) dengan lebar sayap 15 meter. Ia memiliki berat lepas landas maksimum sekitar 1.180 kilogram.

Dioperasikan oleh Skuadron 166 Angkatan Udara Israel, Hermes 900 memiliki berat 970 kg, memiliki muatan maksimum 350 kg, dan mencapai ketinggian maksimum 30.000 kaki.

Drone ini dilengkapi dengan berbagai sensor dan muatan, termasuk kamera elektro-optik/inframerah (EO/IR), radar aperture sintetis (SAR), radar patroli maritim, sistem intelijen sinyal (SIGINT), dan kemampuan peperangan elektronik (EW).

Hermes 900 memiliki ketahanan penerbangan maksimum hingga 36 jam dalam satu serangan mendadak, sehingga memungkinkannya melakukan misi jangka panjang.

Penembakan drone Hermes oleh Hizbullah merupakan pukulan telak bagi Angkatan Udara Israel, yang mengklaim superioritas udara tak tertandingi di wilayah tersebut.

Februari lalu, Hizbullah mengumumkan keberhasilannya menembak jatuh drone Hermes 450 di atas kota Iqlim al-Tuffah di Lebanon Selatan.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya