Berita

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jabar Muhamad Nur di Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Majalengka, Kamis (4/4)/Ist

Bisnis

Kepala BI Jabar Edukasi Ekonomi Syariah di Ponpes Al Mizan Jatiwangi

JUMAT, 05 APRIL 2024 | 04:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Majalengka, kedatangan rombongan pejabat Bank Indonesia Jawa Barat (BI Jabar), Kamis (4/4). Kunjungan itu dilakukan untuk memberikan edukasi tentang keuangan syariah kepada segenap sivitas ponpes Al Mizan Jatiwangi.

Nampak hadir dalam kesempatan itu Kepala Perwakilan BI Provinsi Jabar Muhamad Nur, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jabar Bambang Pramono, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jabar Achris Sarwani, Deputi Kepala Perwakilan BI Prov. Jabar Jeffri Dwi Putra, Kepala Perwakilan BI Cirebon Anton Pitono, serta para KPw BI Jawa Barat dan Cirebon. Kedatangan mereka diterima oleh Pengasuh Ponpes Al Mizan KH Maman Imanulhaq, Ketua Yayasan Al Mizan Asep Zaenal Arifin, serta Direktur Pesantren Gus Mari Muhammad Hadiq.

Muhammad Nur mengatakan, edukasi keuangan syariah penting diberikan kepada komunitas pesantren lantaran pesantren dianggap sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Apalagi, imbuh Nur, industri keuangan berbasis syariah punya potensi sangat besar untuk tumbuh dan mengerek geliat ekonomi nasional.


BI, kata Nur, juga bakal terus melakukan kolaborasi dengan berbagai institusi keislaman termasuk pondok pesantren untuk meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah.

“Publik perlu untuk terus diedukasi akan literasi keuangan syariah agar semakin paham dan mampu menjalankan beragam industri berbasis ekonomi syariah,” ungkap Nur.

"Para santri ini yang nantinya akan menjadi pioner penggerak ekonomi syariah di dalam masyarakat umum. Oleh sebabnya, kita perlu memberikan bimbingan dan edukasi kepada para santri dan segenap sivitas pesantren untuk bisa lebih memahami apa itu keuangan syariah," tambahnya.

Sementara itu, Kiai Maman dalam sambutanya mengapresiasi kedatangan BI ke Al Mizan. Menurutnya, edukasi yang dilakukan oleh BI diharapkan mampu mewujudkan penguatan ekonomi keumatan sebagaimana yang saat ini tengah concern dibangun oleh pemerintah.

Kiai Maman yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI itu menambahkan, apa yang dilakukan oleh BI ternyata punya dampak dan kontribusi besar terhadap perekonomian dengan platform syariah.

Pesantren, jelas Kiai Maman, jadi punya pemahaman yang lebih lagi untuk meningkatkan perannya dalam menggerakkan ekonomi syariah di lingkungannya.

Dia menyebut peran strategis pesantren dalam ekonomi syariah secara garis besar ada dua, pertama adalah peran pengembangan keilmuan dan sosialisasi ekonomi syariah kepada masyarakat. Peran kedua adalah mewujudkan laboratorium praktek riil teori ekonomi syariah dalam aktivitas ekonomi.

“Peran ini merupakan peran yang strategis, mengingat dalam amatan masyarakat pesantren adalah contoh dan teladan dalam aktivitas sehari-hari. Jika pesantren berhasil dalam mengembangkan potensi ekonomi syariahnya, maka tentu akan diikuti masyarakat," tandas Kiai Maman.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya