Berita

Ratusan guru yang marah karena gaji mereka belum dibayar selama empat bulan menggelar aksi duduk di depan Majelis Balochistan, Pakistan, Senin (1/4)/Dawn

Dunia

Empat Bulan Gaji Tidak Dibayar, Ratusan Guru Protes Keras

KAMIS, 04 APRIL 2024 | 02:26 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Ratusan guru dan staf Universitas Balochistan protes keras karena sudah empat bulan terakhir gaji mereka tidak dibayarkan pemerintah. Mereka menggelar aksi duduk di depan Majelis Balochistan hari Senin lalu (1/4).

Mereka melakukan demonstrasi di jalan-jalan utama ibukota provinsi. Keterlambatan pembayaran gaji membuat kesulitan keuangan yang besar bagi keluarga guru.

Pawai unjuk rasa melewati Jalan utama Sariab, Jalan Jinnah dan Jalan Zarghoon dan akhirnya mencapai majelis provinsi yang sedang bersidang pada saat itu.


Para demonstran membawa plakat dan spanduk bertuliskan tuntutan mereka dan meneriakkan slogan-slogan yang mendukung tuntutan mereka. Mereka dipimpin oleh Dr Kaleemullah dan para pemimpin komite aksi gabungan lainnya.

Mereka mendirikan kemah di luar gerbang pertemuan untuk menghalangi masuknya individu ke dalam lokasi. Namun, masyarakat menggunakan gerbang alternatif untuk memasuki majelis.

Anggota majelis menyampaikan protes tersebut kepada ketua juru bicara pensiunan kapten Abdul Khaliq Achakzai.

Pembicara membentuk komite beranggotakan lima orang, yang terdiri dari Mir Saddiq Umrani, Mir Ali Madad Jattak, Rehmat Saleh Baloch, Agha Umar Ahmedzai dan Wali Muhammad Nourzai untuk mendengarkan tuntutan para pengunjuk rasa.

Komite mengadakan negosiasi dengan pimpinan komite aksi gabungan, yang memberitahukan keluhan mereka dan mengatakan bahwa pegawai universitas, termasuk staf pengajar, belum menerima gaji, sehingga menyebabkan kesulitan keuangan.

Komite tersebut meyakinkan komite aksi gabungan bahwa masalah yang berkaitan dengan gaji dan pensiun mereka akan diselesaikan sesegera mungkin.

Mereka mengatakan Ketua Menteri Balochistan Sarfraz Bugti telah menyetujui hibah bagi universitas untuk menyelesaikan krisis keuangan.

Dana akan dicairkan dalam beberapa hari mendatang, anggota majelis meyakinkan para guru.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya