Berita

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda/RMOL

Politik

Ketua Komisi X DPR Tegaskan Ekskul Pramuka Tetap Wajib

RABU, 03 APRIL 2024 | 15:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seluruh satuan pendidikan tetap mewajibkan ekstrakurikuler Pramuka, sebagaimana Peraturan Mendikbud Ristek Nomor 12/2024. Hal itu ditegaskan Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/4).

“Pramuka posisinya Kemendikbud tetap sebagaimana Permen yang sudah dikeluarkan nomor 12/2024 yang menyatakan bahwa Pramuka wajib diadakan oleh sekolah,” tegas Huda.

Meskipun dalam Permendikbud Ristek itu disebutkan keikutsertaan siswa masih tidak diwajibkan, namun Huda menegaskan, pihaknya akan tetap mendorong agar Pramuka diwajibkan.


“Ini yang saya merasa opini pribadi dan sikap politik saya, saya tetap pada posisi Pramuka harus diberlakukan, wajib diikuti oleh siswa-siswi kita,” tegas Wasekjen DPP PKB ini.

Menurut Huda, ada banyak persoalan yang bisa diinvestarisir. Pramuka, lanjutnya, saat ini masih belum bisa tergantikan sebagai paket lengkap untuk mendidik siswa terkait dengan cinta tanah air, kedisiplinan, kebersamaan, kepemimpinan.

“Saya kira paket komplet di Pramuka itu. Karena itu menurut saya, pemerintah tetap perlu melakukan tindakan afirmasi apa itu? Mewajibkan siswa,” jelas Huda.

Ia menambahkan, dalam Rapat Kerja bersama Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, ada banyak usulan pro dan kontra mengenai kewajiban siswa mengikuti kegiatan pramuka.

“Nah tadi berdebat ada usulan dari Kemendikbud jadi tetap sebagai kurikulum wajib yang harus ditawarkan kepada siswa, tapi kepesertaan siswanya sukarela. Tapi ditambah tadi ada opsi baru dari Kemendikbud, rencananya semua materi pendidikan Pramuka akan diadopsi menjadi kokurikuler,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya