Berita

Prabowo Subianto masih berpeluang ajak PDIP gabung koalisi pemerintah asal lepas dari bayang-bayang Jokowi/Net

Politik

Kalau Prabowo Lepas dari Bayang-bayang Jokowi, PDIP Mungkin Mau Diajak Gabung Kabinet

JUMAT, 29 MARET 2024 | 13:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peluang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bergabung dengan kabinet pemerintahan Prabowo Subianto masih cukup terbuka lebar.

Dengan catatan, Ketua Umum Partai Gerindra itu bersikap independen alias lepas dari intervensi Joko Widodo (Jokowi).

Demikian analisis founder Lembaga Survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio atau Hensat, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/3).


“Ada faktor Jokowi yang menghambat PDIP bergabung dengan Prabowo. Kalau Prabowo bisa membuktikan bahwa dia independen kepada Ibu Mega, sangat mungkin PDIP bergabung dengan Prabowo,” jelas Hensat.

Menurutnya, Megawati akan anti dan sangat sulit bergabung dengan koalisi kalau Prabowo masih "disetir" Jokowi dalam menjalankan pemerintahannya kelak.

“Kalau tak bisa menjaga independensinya, menurut saya akan sulit sekali Prabowo mengajak PDIP masuk, bahkan untuk bertemu dengan Ibu Mega,” pungkas Hensat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya